| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum (kiri) saat meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Selasa (13/10).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir untuk mengurangi risiko genangan di Ibu Kota. Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan saat meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Selasa (13/10) lalu
“Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang mempersiapkan penanganan banjir secara menyeluruh, baik itu membangun embung, waduk, dan juga normalisasi tiga sungai yang ada: Ciliwung, Krukut, dan Cakung,” ujarnya.
Embung Kebagusan dibangun untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung (Phb) Joe. Dengan luas sekitar dua hektare, embung ini diharapkan dapat menekan potensi genangan di kawasan sekitarnya, terutama yang berkaitan dengan aliran dari daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
“Embung yang seperti ini yang kita sebut dengan Embung Kebagusan itu luasnya kurang lebih dua hektare. Mudah-mudahan dengan penanganan banjir, walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Dari hitungan secara teoretis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen,” jelas Gubernur Pramono.
Selain berfungsi menampung air untuk mengurangi risiko banjir, Embung Kebagusan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Pemprov DKI Jakarta berencana mengoptimalkan pemanfaatan air tersebut melalui kerja sama antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya.
Menurut Gubernur Pramono, air yang tertampung di embung tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, termasuk warga apartemen yang berada di sekitar lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menargetkan ada tiga embung dan waduk yang akan mulai beroperasi pada Februari 2027. Pembangunan infrastruktur tersebut, di antaranya tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
“Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi. Tadi disampaikan Pak Gubernur ada dua lokasi plus satu izin di Jakarta Barat juga. Jadi, di Jakarta Timur ada dua sudah selesai dan di Jakarta Barat ada satu sudah selesai di tahun anggaran 2026,” kata Ika.
Gunakan bahasa yang sopan. Tautan, kata kasar, serta konten judi dan pornografi akan otomatis disensor. Maksimal 5.000 karakter.
Komentar