| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Para siswa dari SMA Negeri 84 Jakarta, SMA Negeri 94 Jakarta, dan SMA Negeri 95 Jakarta saat berkunjung ke Living Lab Embung Aseni, Jakarta Barat, Jumat 8 Mei 2026.
Kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan air dan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Salah satu cara yang efektif adalah melalui pengalaman belajar langsung di lapangan. Hal inilah yang dilakukan oleh para siswa dari SMA Negeri 84 Jakarta, SMA Negeri 94 Jakarta, dan SMA Negeri 95 Jakarta saat berkunjung ke Living Lab Embung Aseni.
Kunjungan edukatif ini menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat bagaimana sistem pengelolaan air bekerja di wilayah Jakarta Barat, mulai dari pengendalian banjir hingga pengolahan air limbah yang ramah lingkungan.
Memahami Peran Embung dalam Mengurangi Risiko Banjir
Dalam kegiatan tersebut, para siswa belajar mengenai fungsi utama embung sebagai penampung air hujan. Di tengah tingginya curah hujan dan padatnya kawasan perkotaan seperti Jakarta, keberadaan embung memiliki peran penting dalam membantu mengurangi genangan dan risiko banjir.
Melalui penjelasan langsung di lapangan, para siswa dapat melihat bahwa pengendalian banjir bukan hanya soal pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga tentang bagaimana air dikelola secara cermat dan berkelanjutan.
Mengenal Sistem IPAL dan Pentingnya Pengolahan Air Limbah
Selain mempelajari fungsi embung, siswa juga diperkenalkan dengan sistem IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah. Materi ini menjadi bagian penting dalam edukasi lingkungan karena air limbah rumah tangga maupun aktivitas perkotaan perlu diolah sebelum dikembalikan ke lingkungan.
Di Living Lab Embung Aseni, para siswa belajar bagaimana proses pengolahan air limbah dilakukan agar air yang dibuang kembali ke lingkungan menjadi lebih aman. Proses ini bertujuan untuk:
Melalui pemahaman tersebut, siswa dapat melihat hubungan langsung antara perilaku sehari-hari dengan kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Melalui pengenalan terhadap fungsi embung dan sistem IPAL, para siswa memperoleh wawasan baru tentang pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar kunjungan, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa menjaga air adalah tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian sejak dini, diharapkan generasi muda dapat turut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masa depan.
Komentar