| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Gambar Udara Ruang Limpah Sungai (RLS) atau Waduk Brigif, Jakarta Selatan.
Sejumlah waduk/situ/embung di Jakarta punya peluang untuk dijadikan tempat wisata alam atau ekowisata. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Nelson dalam Podcast Rabu Belajar, Rabu 25 Februari 2026.
“Jadi apakah pemanfaatan waduk melalui kerja sama dengan masyarakat bisa dilakukan untuk pembuatan ekowisata? Sebetulnya ke depan ini mungkin bisa dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa untuk menerapkan ketentuan terkait kawasan ekowisata tersebut perlu dilakukan sejumlah persiapan.
“Untuk saat ini kita memang harus menyiapkan mekanisme regulasinya,” kata Nelson.
Waduk/situ/embung di Jakarta, sambung dia, sudah didesain tidak hanya sebagai penampung debit air lebih saat hujan, melainkan juga sebagai konservasi air baku hingga ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebagian waduk/situ/embung kini dilengkapi area untuk publik misalnya trek jogging, ruang terbuka hijau (RTH), dan lainnya. Sebab, pendekatan pengelolaan air yang mengintegrasikan ekosistem alami dengan infrastruktur buatan sehingga lebih adaptif terhadap perubahan alam (solusi berbasis alam/Nature-Based Solution (NBS) diterapkan.
Dinas SDA DKI Jakarta saat ini sudah memiliki waduk/situ/embung yang mengarah pada konsep NBS seperti Ruang Limpah Sungai (RLS) Brigif di dan RLS Lebak Bulus Jakarta Selatan dan RLS Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Ada pula Embung Giri Kencana di Cilangkap, Jakarta Timur dan Embung Lapangan Merah di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Kemudian juga Waduk Aseni di Semanan, Jakarta Barat, yang belum lama ini dikunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Selain itu, sejumlah waduk yang masih dibangun seperti Waduk Batu Bangkong, Waduk Bambu Hitam, Waduk Giri Kencana, dan Waduk Lapangan Merah juga mengarah pada konsep NBS.
Berdasarkan data, saat ini terdapat 147 waduk/situ/embung yang tersebar di 5 wilayah kota administrasi Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 di antaranya berada di Jakarta Timur, 35 di Jakarta Selatan, 25 di Jakarta Utara, 23 di Jakarta Barat, dan 3 di Jakarta Pusat, dengan total luas embung/waduk terbangun mencapai 437,67 hektare dengan kapasitas tampungan sekitar 14.005.600 meter kubik.
Komentar