Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

Waduk Cilangkap Gir...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Waduk Cilangkap Giri Kencana di kawasan Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Kota Administrasi Jakarta Timur, pada Senin (12/1/2026).Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan plakat yang disaksikan oleh Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum serta Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Timur Abdul Rauf Gaffar beserta jajaran.Gubernur Pramono mengatakan pembangunan waduk ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengendalian banjir. Selain Waduk Giri Kencana, Dinas SDA juga tengah membangun sejumlah waduk/situ/embung di lokasi-lokasi lainnya.“Di awal saya menjadi Gubernur, salah satu perhatian utama adalah banjir, dan sekarang ini, ada yang seperti ini (waduk), kurang lebih delapan kita bangun di seluruh wilayah Jakarta, karena ini betul-betul secara langsung mengatasi persoalan genangan air yang ada di tempat-tempat seperti ini.”Memiliki luas keseluruhan mencapai 4,5 hektare dengan area basah sekitar 2,7 hektare dengan kedalaman sekitar 7 meter, Waduk Cilangkap Giri Kencana ini mampu menampung air hingga 92.000 meter kubik.Pembangunan waduk ini tidak hanya bertujuan untuk sarana pengendali banjir, melainkan juga untuk konservasi dengan area cakupan dari kawasan PHB Cilangkap hingga Agro Wista dengan total catchment area mencapai 6,51 kilometer persegi.Waduk Cilangkap Giri Kencana dibangun sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB) multifungsi bagi masyarakat.Ini didukung oleh fasilitas yang dihadirkan, di antaranya jogging track mengelilingi waduk untuk mendukung aktifitas olahraga masyarakat, area bermain anak, taman, musala, hingga lapangan basket.“Ini berdampak sangat positif bagi masyarakat. Apalagi ini di tempat yang padat penduduk sehingga saya mengharapkan mudah-mudahan yang lainnya, ada tujuh (titik) lagi, saya segera bisa resmikan supaya bisa termanfaatkan,” tuturnya.

Curah Hujan Ekstrem...

Curah hujan yang tinggi hingga ekstrem pada Senin (12/1/2026) pagi membuat di sejumlah titik di 5 kota administrasi di Jakarta tergenang. Curah hujan ekstrem umumnya terjadi di wilayah Jakarta Utara.Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 13.00 WIB, curah hujan ekstrem menyentuh angka 198mm/hari di kawasan Kelurahan Kamal, Jakarta Utara. Wilayah Jakarta Utara lainnya yang mengalami curah hujan ekstrem di antaranya sebagai berikut:Kelurahan Koja, Jakarta Utara dengan angka 186mm/hari.Ancol Flusing, Jakarta Utara dengan angka 178mm/hari.Pintu Air Marina, Ancol, Jakarta Utara di angka 171mm/hari.Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara di angka 161mm/hari.Sementara itu sejumlah wilayah lainnya mengalami curah hujan sangat lebat di atas 100mm/hari, di antaranya sebagai berikut:Kali Duri, Jakarta Barat di angka 130mm/hari.Kel. Sunter Jaya, Jakarta Utara 124 mm/hari.Kel. Rorotan, Jakarta Utara 116mm/hari.Kawasan Yos Sudarso 114mm/hari.Kel. Kelap Gading Timur, 106 mm/hari.Kawasan Jembatan Merah, Jakarta Pusat 105 mm/hari.Sebagai langlah mitigasi banjir, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan pompa stasioner dan pompa mobile di lokasi-lokasi terdampak.Terdapat sebanyak 612 unit pompa stasioner di 211 lokasi dan 590 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 pompa stasioner dan 226 pompa mobile dikerahkan untuk mengatasi genangan. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Selain itu, Satgas Pasukan Biru turut diterjunkan ke lokasi genangan untuk membersihkan tali air agar drainase dan pompa pengendali banjir dapat berfungsi optimal.Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan Tinggi Mula Air (TMA) melalui https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

7 Wilayah di Jakut...

Sejumlah wilayah di pesisir utara Jakarta diprediksi akan mengalami banjir rob pada pekan pertama di bulan Januari 2026. Hal ini berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 30 Desember 2025 - 7 Januari 2026,Terdapat fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.Pasang air laut diperkirakan mulai naik pada sekira pukul 08.00 WIB. Terdapat 7 wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, di antaranya sebagai berikut:Tanjungan, wilayah Tanjungan di sekitaran Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak berpotensi terdampak banjir rob.Muara Angke, wilayah Muara Angke berpotensi terdampak rob di antaranya di sekitar Kawasan pemukiman Pelabuhan RT11/RW11, RT01/RW22, RT02/RW22, sebelum masuk Pelabuhan baru Muara Angke, beberapa di sekitar lokasi Pluit Raya dan Pluit Utara.Muara Baru, wilayah Muara Baru berpotensi terdampak di sekitar Kawasan Pelabuhan dan Industri Pelabuhan.Marunda, wilayah Marunda berpotensi terdampak sekitar Museum si Pitung, RT02/RW07, RT03/RW07, RT07, RW07Pasar Ikan, wilayah Pasar Ikan berpotensi terdampak di sekitar area Pelabuhan Pasar Ikan (Sunda Kelapa).Tanjung Priok dan Kali Baru berpotensi terdampak sekitar Jalan Sulawesi RT03/RW02 dan sekitar Jalan Industri RT01/RW15.Ancol, wilayah Ancol berpotensi terdampak sekitar perempatan Gunung Sahari Marina dan tinggi di depan JIS.Langkah Atasi Banjir RobAdapun langkah-langkah antisipasi banjir rob tersebut di antaranya penyiagaan pompa-pompa baik pompa stationer maupun pompa mobile dan juga pintu air, pembangunan tanggul darurat ataupun tanggul mitigasi, serta penyiagaan Satuan Tugas (Satgas) SDA.Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirSejumlah infrastruktur pengendali banjir rob di pesisir Jakarta seperti pompa stasioner, pompa mobile dan juga pintu air dipastikan kesiapannya dalam rangka mengantisipasi ancaman banjir rob. Berikut daftar rumah pompa dan pintu air yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Rumah Pompa Waduk Pluit- Pompa/Polder Kali Asin- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa TanjunganTanggul DaruratSelain infrastruktur pengendali banjir rob, Dinas SDA juga mengambil langkah preventif dengan membangun tanggul darurat dan tanggul mitigasi di titik-titik rawan terjadi banjir rob.Berikut daftar lokasi pembangunan tanggul darurat:- Muara Angke- Muara Baru- Sunda Kelapa- Jalan R.E. Martadinata (Depan JIS)- Marunda PuloPembangunan tanggul-tanggul tersebut dilakukan sebagai langkah jangka pendek sambil menunggu tuntasnya pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang direncanakan bakal tuntas pada 2030 mendatang.Penyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Serangkaian langkah antisipasi banjir rob tersebut diharapkan efektif mengantisipasi dan mengatasi potensi limpasnya air laut ke daratan, khususnya di pesisir utara Jakarta, sehingga masyarakat dapat tetap melakukan aktifitasnya sehari-hari.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Dinas SDA Bangun Ja...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan pembangunan sistem tata air di kawasan Fatmawati, yakni di Jalan Margaguna sampai dengan Jalan H. Nawi, Jakarta Selatan dengan total panjang kurang lebih 1,4 km.Pembangunan sistem tata air kawasan Fatmawati di Jl. H. Nawi Raya dilaksanakan dengan sistem jacking (saluran bawah tanah) yang bertujuan untuk penanganan genangan yang sering terjadi saat hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi di Jl. Fatmawati Raya simpang Jl. H. Nawi Raya - ITC Fatmawati.Aliran eksisting saluran Phb. Madrasah (Kec. Cilandak) menuju saluran Phb. Dharmawangsa (Kec. Kebayoran Baru) yang hilirnya ke arah timur menuju Kali Krukut akan dikurangi debitnya dengan mengalirkan sistem aliran pada titik genangan yang sering terjadi di simpang H. Nawi Raya - ITC Fatmawati menuju ke arah barat yang hilirnya Kali Grogol.Adapun pekerjaan sistem tata air ini dilakukan secara bertahap dari Jl. Margaguna sisi Selatan, sampai dengan Lampu Merah ITC Fatmawati yang terdiri dari 12 Pit lubang galian untuk pemasangan alat dan material pipa saluran. Jangka waktu pelaksanaan dimulai dari 15 September 2025 sampai dengan 15 Desember 2026 (455 hari).Tahap awal pekerjaan dimulai dari bagian hilir (Pit 12) yang berada di Jl. Margaguna sisi Utara Pondok Indah 1 dengan penjelasan sebagai berikut:a. Pit 12 (Jembatan Kali Grogol Margaguna) pelaksanaan pekerjaan 6 November 2025 – 19 April 2026 (163 hari);b. Pit 11 (Depan Pom Bensin Margaguna) pelaksanaan pekerjaan 6 November 2025 – 23 Maret 2026 (136 hari);c. Pit 10 (Pertigaan Margaguna Jl. H.Nawi) pelaksanaan pekerjaan 17 November 2025 – 23 Maret 2026 (125 hari)Selanjutnya untuk area Pit 9 sampai dengan Pit 1 yang akan berada disepanjang Jl. H. Nawi Raya s.d Jl. Fatmawati, pelaksanaan pekerjaannya masih menunggu press release selanjutnya dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.Adapun lingkup pekerjaannya meliputi:Pekerjaan pengadaan dan pemasangan Pipa Jacking RCP diameter 1.000 mm metode MTBM sepanjang 1396 m.Pekerjaan Starting dan Arriving PitPekerjaan saluran U-Ditch Heavy Duty (HD) ukuran 1.200 mm x 1.200 x 1.200 mm + tutup sepanjang 238 m.Pekerjaan saluran Box Culvert Heavy Duty (HD) ukuran 1.200 mm x 1.200 mm x 1.000 mm sepanjang 452 m.Pekerjaan saluran Box Culvert Heavy Duty (HD) ukuran 1.500 mm x 1.500 mm x 1.000 mm sepanjang 267 m.Sehubungan dengan pengurangan/penyempitan badan jalan selama pekerjaan berlangsung, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan.Kepada para pengguna jalan juga diimbau agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Daftar Lokasi Pemba...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan JakTirta sebagai proyek pengendalian banjir dan rob untuk Tahun Anggaran 2025-2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung langkah ini lewat penandatanganan kontrak dan pencanangan yang dialaksanakan di Balai Agung, Gedung Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, pada Rabu (24/12/2025).Kegiatan dalam proyek JakTirta terdiri dari sembilan paket pembangunan sistem polder di 13 lokasi dengan penambahan 63 unit pompa baru, dua paket pembangunan embung di tiga lokasi, dua paket pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang dua kilometer, serta revitalisasi sungai sepanjang dua kilometer.Berikut Lokasi Kegiatan Pembangunan Jaktirta 2025-2027:a. PolderJakbar:Polder ApuranPolder Mangga Raya GreenvillePolder Daan MogotJakpus:Polder Cempaka PutihPolder Cempaka Putih BaratJaktim:Polder Warung JengkolPolder Kampung Sawah, Rawa TeratePolder Kayu Putih, Rawa TerateJakut:Polder Bulak CabePolder Pegangsaan DuaPolder Cilincing KBNPolder IKIPPolder Ancolb. embung/wadukJaksel:Embung Pondok LabuEmbung KebagusanJakbar:Waduk TomangWaduk Tegal Alur (DAS Polder Kamal)Jaktim:Waduk Sunter Huluc. NCICDJakut:NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1(Pantai Mutiara dan Muara Baru)NCICD Fase A Tahap 3 Paket 2(Kali Blencong)d. Revitalisasi Sungai/KaliJakbar:Kali Sodetan SekretarisKali PesanggrahanKali AngkeKali GrogolJaktim:Kali JatikramatKali SunterJaksel:Kali Cideng AtasPenataan saluran H. Nawi (Jacking)Jakut:Kali Kamal (DAS Polder Kamal)Kali Cakung LamaPhb Layar

Ini Peran JSDP dala...

Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperluas akses sanitasi aman bagi seluruh masyarakat Jakarta demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goal (SDG) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi.SDG 6 menargetkan peningkatan kualitas air, pengurangan polusi, dan pengelolaan limbah cair secara aman, termasuk layanan sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan.Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk masyarakat. Jakarta Sewerage System (JSS) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memenuhi kebutuhan akses sanitasi aman di Jakarta.Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum mengawali langkah penyediaan akses sanitasi aman melalui pengembangan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 dengan cakupan yang lebih luas.Hingga hampir satu juta penduduk Jakarta akan terlayani oleh Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Perkotaan ini seusai seluruh tahapan pengembangan sistem rampung dibangun.Lebih lanjut, akses sanitasi yang aman merupakan faktor utama dalam mencegah penyakit, menjaga kualitas lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sanitasi aman mencakup sistem pengelolaan air limbah domestik yang memenuhi prinsip kesehatan dan lingkungan. Sanitasi aman meliputi ketersediaan fasilitas yang memadai, pengolahan tinja atau air limbah secara benar, serta pembuangan akhir yang tidak mencemari tanah, air permukaan, maupun air tanah.Sanitasi aman merupakan bagian penting dari rantai pelayanan sanitasi yang meliputi penyediaan fasilitas, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan akhir yang bebas risiko terhadap manusia dan lingkungan.Langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga adalah dengan memastikan kloset berfungsi baik dan memiliki saluran pembuangan atau tangki septic sesuai standar dan melakukan penyedotan secara berkala. Kemudian, menghindari membuang sampah ke dalam kloset. Lalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti selokan dan tempat penampungan air. Mencuci tangan pakai sabun setelah dari toilet juga merupakan kewajiban dalam perilaku hidup bersih dan sehat.Langkah sederhana yang dilakukan ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyakit berbasis air.Meskipun telah dilakukan peningkatan akses sanitasi dalam beberapa tahun terakhir, sebagian wilayah di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan. Di beberapa daerah, penggunaan fasilitas sanitasi aman masih belum merata, dan praktik buang air besar sembarangan (BABS) kerap kali ditemukan.Ketersediaan infrastruktur pengolahan air limbah juga perlu ditingkatkan dan dibangun merata guna memastikan seluruh rantai layanan sanitasi berjalan aman dan memenuhi standar.JSDP hadir bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya bersama untuk melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan turut mendukung dan memanfaatkan sistem ini ke depannya, masyarakat telah ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pengendalian Banjir...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan JakTirta sebagai proyek pengendalian banjir dan rob untuk Tahun Anggaran 2025-2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung langkah ini lewat penandatanganan kontrak dan pencanangan yang dialaksanakan di Balai Agung, Gedung Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, pada Rabu (24/12/2025) lalu.“Penandatanganan kontrak dan pencanangan kontrak yang menurut saya ini adalah awal yang baik, yang biasanya tidak dilakukan di akhir tahun, tapi ini dilakukan. Apalagi tadi kalau disebut nilainya cukup besar,” ucapnya.Ia pun mengapresiasi langkah Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dengan kehadiran proyek ini. Sebab menurut Gubernur, proyek ini mencerminkan keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan dan pengendalian banjir yang terukur dan terencana dengan baik.“Dan yang saya senang adalah, planning kita, rencana kita untuk mengatasi banjir ini tidak bersifat sporadis. Tidak bersifat hanya jangka pendek. Tetapi lebih ke jangka menengah.”“Penanganan banjir di Jakarta sekali lagi tidak bisa hanya bersifat jangka pendek. Atau kalau terjadi banjir, baru kemudian kita tergopoh-gopoh. Maka saya sampaikan kepada jajaran Sumber Daya Air, kepada Bu Ika dan semuanya, untuk penanganannya lebih menengah,” ujarnya.Adapun JakTirta merupakan proyek pengendalian banjir dan rob jangka menengah untuk Tahun Anggaran 2025-2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,62 triliun.Kegiatan dalam proyek JakTirta terdiri dari sembilan paket pembangunan sistem polder di 13 lokasi dengan penambahan 63 unit pompa baru, dua paket pembangunan embung di tiga lokasi, dua paket pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang dua kilometer, serta revitalisasi sungai sepanjang dua kilometer.Untuk pelaksanaan pekerjaan, sejumlah BUMN dan perusahaan swasta dilibatkan sebagai penyedia jasa konstruksi. Perusahaan tersebut antara lain PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jaya Konstruksi, PT Modern Widya Technical, dan PT Suburo Jayana Indah Corp.Proyek ini menghadirkan berbagai macam infrastruktur pengendalian banjir yang terdiri dari pembangunan sistem polder, sarana dan prasarana kali/sungai serta pembangunan embung/waduk sebagai sistem pengelolaan terpadu untuk mengatur limpasan, menyerap dan menyalurkan air secara presisi.Melalui proyek ini, sistem polder, kali/sungai, embung/waduk tidak hanya dibangun sebagai penahan banjir, tetapi juga sebagai ruang peradaban baru di mana masyarakat bisa beraktivitas, tinggal, dan berinteraksi secara harmonis dengan air

Masa Depan Pengelol...

Sanitasi aman semakin ditegaskan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun pilar kesehatan masyarakat. Melalui pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP), yang terdiri dari pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan sistem jaringan perpipaan air limbah yang diharapkan akan menjadi investasi masa depan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) merupakan proyek pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Perkotaan, yang nantinya akan menjadi sistem yang disebut dengan Jakarta Sewerage System (JSS). Manfaat dari JSDP adalah untuk meningkatkan capaian akses sanitasi aman atau pelayanan air limbah domestik di Jakarta guna memperbaiki kualitas lingkungan, khususnya badan air dan tanah. Kemudian, JSDP juga dapat menjadi sumber alternatif air baku untuk penyediaan air bersih di Jakarta. JSDP juga memiliki tujuan, yaitu mewujudkan sanitasi aman untuk masyarakat demi kehidupan yang lebih sehat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.Pengembangan JSDP yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) akan mendorong terciptanya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan dan peningkatan ketahanan lingkungan. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPALD) adalah infrastruktur yang dibangun untuk mengolah air limbah domestik agar aman untuk dilepas kembali ke lingkungan, sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan. Lebih lanjut lagi dapat dimanfaatkan untuk mengkonservasi badan air permukaan agar dapat dimanfaatkan kembali.Selain itu, infrastruktur SPALD-Terpusat merupakan hal penting dalam pengelolaan air limbah yang aman di kawasan perkotaan. Sistem ini memastikan air limbah domestik yang berasal dari rumah tangga dan non rumah tangga seperti: kegiatan domestik bangunan gedung perkantoran; pusat perbelanjaan; sekolah; restoran; diolah secara terpusat dan lebih terkendali, sehingga dapat mengurangi risiko pencemaran sungai, kontaminasi air tanah, dan pada akhirnya akan menekan potensi penyebaran penyakit berbasis lingkungan.Dalam percepatan pembangunan, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, kebutuhan pendanaan yang besar, serta kompleksitas koordinasi lintas lembaga. Selain itu, kesiapan masyarakat untuk beralih dari sistem setempat menuju sistem terpusat masih menjadi perhatian penting.Untuk mengatasi tantangan tersebut, JSDP mengedepankan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor. Melalui kolaborasi ini, percepatan pembangunan dan perluasan layanan sanitasi aman secara bertahap dapat dilaksanakan. Pengembangan JSP merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Dengan dukungan berbagai sektor, pembangunan infrastruktur sanitasi dapat diwujudkan secara efektif, adaptif, dan memberikan manfaat menyeluruh bagi masyarakat.

Gubernur Pramono An...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan penandatanganan kontrak dan pencanangan Proyek Pengendalian Banjir dan Rob Jakarta Tahun Anggaran 2025-2027 bernama JakTirta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir langsung menyaksikan acara tersebut di Balai Agung, Gedung Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, pada Rabu (24/12/2025).“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu tanggal 24 Desember tahun 2025, Pembangunan Proyek Pengendalian Banjir dan Rob Jakarta Tahun 2025-2027, dengan ini saya nyatakan dimulai,” ucapnya.Gubernur mengapresiasi langkah Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta yang telah mengagas konsep pekerjaan JakTirta ini. Ia pun berharap proyek pengendalian banjir dan rob ini dapat terealisasi sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan. Langkah sekaligus menjadi babak baru dalam gerakan #JagaJakarta dengan semangat “Kelola Air, Lindungi Jakarta”“Yang paling penting adalah bagaimana realisasi di lapangannya itu bisa kita kerjakan,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum berharap Proyek JakTirta menjadi jawawban pengendalian banjir dan rob di Jakarta. Sebuah proyek baru diproyeksikan menjadi solusi jangka menengah bagi pembangunan kota dalam hal pengendalian banjir yang merata dan tersebar di seluruh wilayah Jakarta.Proyek JakTirta akan fokus pada 4 hal. Pertama, pembangunan sistem polder dan pompa pengendali banjir. Kedua, pembangunan embung dan waduk sebagai tampungan air. Ketiga, pembangunan dan penguatan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), dan paket-paket penanganan sungai dan kali untuk meningkatkan kapasitasnya.“Harapannya, ini dapat mencerminkan komitmen kita, Pemprov DKI Jakarta dalam pengeolaan air yang berkelanjutan sebagai bagian dari Jaga Jakarta dengan semangat Kelola Air, Lindungi Jakarta,” ucapnya.Sejumlah pelaksana pekerjaan berasal dari beberapa perusahaan, di antaranya PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jaya Konstruksi, PT Modern Widya Technical, dan PT Suburo Jayana Indah Corp.
Go To Top