Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

Percepat Pengendali...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melakukan serah terima 10 unit pompa mobile baru ke 5 Suku Dinas Kota Administrasi Jakarta. Serah terima itu dilakukan di Rumah Pompa Waduk Sunter Selatan, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2026).Rinciannya, sebanyak 5 unit pompa mobile memiliki kapasitas 60.000 liter per menit dan 5 unit berkapasitas 40.000 liter per menit. Setiap Sudin SDA mendapatkan 2 unit pompa mobile baru. Adapun ke lima wilayah tersebut di antaranya Suku Dinas (Sudin) SDA Jakarta Pusat, Sudin SDA Jakarta Utara, Sudin SDA Jakarta Barat, Sudin SDA Jakarta Timur, Sudin SDA Jakarta Selatan.Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta, Nugraharyadi menyampaikan bahwa serah terima ini dilakukan berdasarkan arahan Kepala Dinas SDA DKI Jakarta yang berutujuan untuk mempercepat penanganan banjir di lokasi yang sulit atau genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.Selain itu, pria yang akrab disapa Meidi ini menambahkan kehadiran pompa ini menjadi amunisi baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ini juga perlu diukung dengan kemampuan para operator pompa yang perlu dijaga dan ditingkatkan.“Standarnya minimal kayak Pemadam Kebakaran. Damkar kan kalau ada kabar berita tentang kebakaran langsung cepat kan. Itu minimal. Jadi pada saat nanti ada kejadian genangan, ada kejadian banjir di lapangan seperti itu,” katanya.Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta, Ericson Indra Pulungan berharap kehadiran 10 unit pompa baru di 5 kota admnisitrasi Jakarta ini dapat mempercepat penanganan genangan.“Harapannya dengan pengadaan pompa mobil yang baru ini dapat meningkatkan penanganan genangan yang tejadi di Jakarta dan menjadi respon cepat bagi kami Dinas SDA DKI Jakarta untuk penangnan banjir yang lebih cepat,” tuturnya.Kegiatan serah terima ini turut dihadiri para Kepala Seksi Pengelolaan Sarana Pengendali Banjir Sudin SDA dari 5 Kota Administrasi Jakarta.

Normalisasi Kali Ca...

Normalisasi Kali Cakung Lama dapat Kurangi Potensi Banjir hingga 20 Persen di Kelapa Gading dan CilincingNormalisasi Kali Cakung Lama diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan banjir, khususnya di Kecamatan Kelapa Gading dan Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan perhitungan pemerintah, normalisasi tersebut diproyeksikan mampu mengurangi genangan banjir hingga sekitar 20 persen di kawasan terdampak.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan manfaat utama normalisasi Kali Cakung Lama akan dirasakan masyarakat di dua kecamatan tersebut. Selama ini, sejumlah wilayah di Kelapa Gading dan Cilincing kerap mengalami banjir dengan ketinggian yang cukup signifikan.“Yang paling utama adalah dua kecamatan yaitu Kelapa Gading dan Cilincing pasti akan berkurang secara signifikan,” ujarnya seusai meninjau Kali Cakung Lama di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).Dampak banjir yang dirasakan masyarakat menjadi salah satu alasan penting dilakukannya normalisasi Kali Cakung Lama. Dalam dialog dengan warga, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta menerima laporan bahwa banjir di sejumlah wilayah Kelapa Gading sebelumnya dapat mencapai ketinggian paha orang dewasa. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik di Cilincing, dengan ketinggian genangan yang dapat mencapai lutut hingga paha orang dewasa.Gubernur berharap normalisasi dapat mempercepat aliran air dari kawasan terdampak menuju muara. Dengan kapasitas aliran yang lebih baik, air di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir diharapkan dapat lebih cepat surut.Berdasarkan kalkulasi yang dilakukan pemerintah, normalisasi Kali Cakung Lama diperkirakan dapat mengurangi sekitar 20 persen dari banjir yang terjadi di kawasan tersebut.Pengurangan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah Kelapa Gading dan Cilincing.“Dari hasil kalkulasi perhitungan diharapkan bisa mengurangi 20 persen dari banjir yang ada di area ini,” katanya.Ia menjelaskan, normalisasi akan membantu mendorong aliran air menuju muara dan selanjutnya ke laut. Dengan demikian, air yang sebelumnya tertahan dan menggenangi permukiman diharapkan dapat lebih cepat dialirkan keluar dari kawasan.Normalisasi Kali Cakung Lama tidak hanya ditujukan untuk mengurangi ketinggian banjir, tetapi juga memperbaiki sistem aliran air di kawasan tersebut.Pramono juga berharap setelah normalisasi dilakukan, air dari kawasan yang terdampak dapat mengalir lebih lancar menuju muara. Kondisi ini diharapkan mempercepat proses surutnya genangan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.Dengan proyeksi pengurangan banjir sekitar 20 persen, normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pengendalian banjir di Jakarta Utara, khususnya di Kelapa Gading dan Cilincing.

Normalisasi Kali Ca...

Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Tuntas 2028, Kampung Begog Jadi Titik KunciPemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama dapat dilaksanakan dan diselesaikan pada 2028. Salah satu tahapan penting dalam rencana tersebut adalah penanganan Kampung Begog yang disebut menjadi _bottleneck_ atau titik hambatan utama aliran air sebelum menuju muara.Lebih lanjut, proses penetapan lokasi (penlok) di Kampung Begog tengah disiapkan. Penlok tersebut diharapkan dapat segera ditandatangani sehingga tahapan pembebasan lahan dan pekerjaan normalisasi Kali Cakung Lama dapat berjalan.“Untuk Cakung Lama yang kita ada ini, mudah-mudahan bulan depan di ujung, Kampung Begog yang menjadi bottleneck utama sebelum ke muara, penloknya bisa segera saya tanda tangani,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung seusai meninjau Kali Cakung Lama di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).Menurutnya, penanganan titik tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran aliran Kali Cakung Lama menuju muara.Kali Cakung Lama menjadi salah satu dari tiga sungai yang diprioritaskan untuk dinormalisasi pada era kepemimpinannya, bersama Kali Krukut dan Sungai Ciliwung.Jika proses persiapan, termasuk pembebasan lahan, berjalan sesuai rencana, normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan dapat dilakukan hingga rampung pada 2028.“Harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai,” kata Pramono.Target tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat penanganan banjir melalui normalisasi sungai secara lebih serius, tidak hanya berfokus pada sungai-sungai besar yang selama ini menjadi prioritas.Dalam proses pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Cakung Lama, Pemprov DKI Jakarta juga akan menerapkan pola yang sebelumnya digunakan dalam penanganan Ciliwung, yakni meminimalkan keterlibatan perantara atau middleman.Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta akan membuka posko di lokasi pembebasan lahan. Posko tersebut menjadi tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, termasuk masalah kepemilikan tanah, keluhan, maupun harapan warga.Setiap persoalan yang masuk akan dicatat dan dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti secara langsung. Pola tersebut dinilai berhasil diterapkan dalam proses normalisasi Ciliwung karena mampu mencegah persoalan pembebasan lahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Cakung Lama, Krukut dan juga Ciliwung bisa selesai tepat waktu seperti yang direncanakan,” ucap Gubernur.

Tinjau Normalisasi...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan prasarana dan sarana Kali Cakung Lama beserta kelengkapannya di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).Gubernur mengapresiasi kinerja Dinas SDA DKI Jakarta yang terus mempercepat normalisasi di sejumlah sungai, termasuk Sungai Ciliwung dan Kali Cakung Lama.“Pertama-tama saya ingin menyampaikan apresiasi atas kerja yang dulunya ketika ini mungkin saya kedua atau ketiga kali, yang pada waktu itu tidak terbayang bahwa normalisasi Sungai Cakung Lama ini bisa dilakukan,” katanya.Pembangunan Prasarana dan Sarana Kali Cakung Lama beserta kelengkapannya  dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di daerah aliran sungai (DAS) Kali Cakung Lama yang berlokasi di 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing, dan Kelurahan Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara.Saat ini, progres pembangunan Kali Cakung Lama telah mencapai sekitar 25 persen. Pekerjaan dilakukan sepanjang 2,65 kilometer yang terbagi menjadi tiga segmen, yaitu Segmen 1 sepanjang 1.230 meter dari Jembatan Jalan Gang Masjid hingga perbatasan Perumahan Grand Orchard, Segmen 2 sepanjang 1.040 meter dari Jembatan Jalan Gang Masjid hingga Jembatan Gading Griya Lestari, serta Segmen 3 sepanjang 380 meter dari Jembatan Gading Griya Lestari hingga Jalan Bend Batik.Pembangunan Kali Cakung Lama merupakan bagian dari JakTirta Project yang dilaksanakan pada 2025–2026. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas sungai, mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi, serta mempercepat aliran air menuju hilir.Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan hingga Maret 2027 normalisasi ditargetkan mencapai 2,6 kilometer pada satu sisi sungai atau setara 5,2 kilometer apabila dihitung pada kedua sisi."Saat ini, pekerjaan yang telah terselesaikan sekitar satu kilometer," kata Ika.Latar Belakang Normalisasi Kali Cakung LamaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya telah mengunjungi Kali Cakung Lama segmen Kampung Begog, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1/2026) lalu. Pada kunjungan teresebut, Gubernur mengatakan pihaknya segera melakukan normalisasi di Kali Cakung Lama.Ia menjelaskan bahwa daya tampung Kali Cakung Lama mengalami penurunan akibat penyempitan menjadi 2-3 meter dari kondisi awalnya sekitar 20 meter. Kondisi ini berdampak langsung terhadap terjadinya banjir di beberapa wilayah di Jakarta Utara.“Memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck yang menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah,” kata Gubernur Pramono Anung.Penyempitan ini disertai tingginya endapan sedimen dan keberadaan bangunan di bantaran kali, yang menyebabkan pendangkalan dan berkurangnya daya tampung aliran, terutama saat debit air meningkat akibat hujan. Kondisi ini rentan menimbulkan genangan hingga banjir di wilayah Kecamatan Cilincing (Semper barat dan timur), Kelapa Gading (Pegangsaan) dan Koja (Tugu Selatan).Gubernur Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penanganan terpadu melalui normalisasi Kali Cakung Lama. Suku Dinas SDA Jakarta Utara telah melakukan pengerukan sedimen serta penertiban bangunan di badan dan sempadan kali dari Segmen Sedayu hingga Simpang Lima Koja, yang akan dilanjutkan hingga kawasan Kampung Begog, Cilincing.

Pesisir Jakarta Ber...

Pesisir utara Jakarta berpotensi mengalami banjir rob pada 8-13 Agustus 2026. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, sea level rise, elevasi pesisir, dan pasang surut Teluk Jakarta. Pesisir Jakarta berpotensi mengalami banjir rob dengan pasang tertinggi 0,57 meter dari mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata pada sekira pukul 20.00 WIB.Berikut wilayah rentan yang berpotensi banjir rob di antaranya:TanjunganMuara AngkeMuara BaruPasar IkanAncol Marina dan JISTanjung Priok dan Kali BaruMarunda Pemodelan potensi banjir rob dapat berubah akibat pembangunan, faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin serta upaya penanggulangan yang dilakukan.Adapun upaya mitigasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara tetap melakukan penyiagaan dan pengoperasian pompa serta berbagai upaya antisipasi potensi banjir rob. Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirTerdapat sebanyak 191 unit pompa stasioner di 71 lokasi wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air di pesisir yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Rumah Pompa Pluit- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Pompa Polder Kamal Penyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Pembangunan Saluran...

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur akan melaksanakan pekerjaan pembangunan saluran jacking di Jalan Raya PKP, tepatnya pada segmen Taufik Hidayat Arena menuju Kali Cipinang, yang melintasi wilayah Kelurahan Kelapa Dua Wetan dan Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juli hingga 15 Desember 2026. Selama masa pelaksanaan, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.Untuk menunjang pekerjaan tersebut, akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai pentahapan pekerjaan sebagai berikut:1) Starting Pit 4Waktu pelaksanaan mulai tanggal 03 Agustus - 19 Oktober 2026;Berada di Jl. Kiwi (sebelum Gang Beriman)2) Starting Pit 3Waktu pelaksanaan mulai tanggal 3 Agustus - 29 September 2026;Berada di Jl. Kiwi (depan NFC Finance)3) Arriving Pit 3Waktu pelaksanaan mulai tanggal 30 Agustus - 2 November 2026;Berada di Jl. Kiwi depan TB. Makmur Indah (pertigaan Jalan Cibubur 1-Jalan Raya PKP-Kiwi)4) Starting Pit 2Waktu pelaksanaan mulai tanggal 29 Oktober - 12 Desember 2026;Berada di depan Taman Mahoni5) Arriving Pit 2Waktu pelaksanaan mulai tanggal 16 November - 14 Desember 2026;Berada di depan Jl. Bhakti6) Starting Pit 1Waktu pelaksanaan mulai tanggal 15 September - 14 Desember 2026;Berada di depan Jl. Situ Gede II7) Arriving Pit 1Waktu pelaksanaan mulai tanggal 12 September - 06 Desember 2026;Berada di saluran penghubung (PHB). Selain jakcing saluran, dilakukan juga pekerjaan U-Ditch dan Box Culvert sesuai tahapan pekerjaan, dengan rincian sebagai berikut.1) Saluran U-Ditch ukuran 40x40x120 cm pada tanggal 30 Agustus 20262) Saluran U-Ditch ukuran 80x80x120 cm pada tanggal 03 Agustus 20263) Saluran U-Ditch ukuran 100x100x120 cm pada tanggal 02 September 20264) Box Culvert ukuran 50x50x120 cm pada tanggal 26 Agustus 20265) Box Culvert ukuran 100x100x120 cm pada tanggal 15 November 2026 Rekayasa lalu lintas yang diterapkan meliputi penyempitan badan jalan di sekitar lokasi pekerjaan serta sistem buka-tutup jalan secara bergantian sesuai dengan kondisi di lapangan. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.Masyarakat diimbau agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lokasi, serta mengutamakan keselamatan selama melintasi area pekerjaan. Kepatuhan pengguna jalan diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung proses pembangunan.Pembangunan saluran jacking ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur drainase di wilayah Jakarta Timur. Keberadaan saluran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan sekitar, khususnya di Kecamatan Ciracas.Sudin SDA Jakarta Timur juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan berlangsung.Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem drainase yang lebih baik dan Jakarta Timur yang semakin tangguh terhadap genangan.

Update Pengerukan K...

Memasuki musim kemarau, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mengakselerasi pengerukan saluran di waduk/situ/embung serta sungai/kali yang tersebar di 5 Kota Administrasi Jakarta.Percepatan pengerukan dapat dilakukan di musim kemarau karena kondisi lapangan lebih mendukung, pekerjaan lebih aman dan efisien.Tak hanya di musim kemarau, kegiatan pengerukan ini dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas di waduk/situ/embung serta sungai/kali lainnya guna meningkatkan daya tampung badan air.Berdasarkan data hingga 30 Juli 2026, volume pengerukan di sungai/kali dan waduk/situ/embung yang dilakukan di 5 kota administrasi Jakarta telah mencapai 385.483 meter kubik (M3).Adapun pengerukan dilakukan di 130 titik dengan rincian sebagai berikut:41 titik di Jakarta Timur 30 titik di Jakarta Barat 30 titik di Jakarta Utara 21 titik di Jakarta Selatan 8 titik di Jakarta Pusat Pengerukan di waduk/situ/embung dilakukan dengan mengangkut sedimen lumpur yang mengendap untuk memaksimalkan kembali daya tampung waduk/situ/embung.Sementara pengerukan sungai/kali penting untuk menghilangkan sedimen, sampah, memperlancar aliran air, hingga mencegah potensi banjir.Ketika sungai/kali dikeruk, kedalamannya akan kembali seperti semula, memungkinkan air mengalir dengan lancar, bahkan saat volume air meningkat akibat hujan deras. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalkan.

Antisipasi Musim Ke...

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026.Merespons hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau.Meski sistem penyediaan air di Jakarta terus dipantau dan dijaga, peran aktif masyarakat dalam menggunakan air secara hemat menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan air.Musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan berpotensi meningkatkan kebutuhan air di tengah kondisi curah hujan yang menurun. Oleh karena itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengimbau seluruh warga untuk menerapkan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih.Ketahanan air merupakan tanggung jawab bersama. Langkah sederhana seperti menghemat penggunaan air, memperbaiki kebocoran instalasi, dan menjaga kebersihan sumber air dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh seluruh masyarakat.Berikut langkah-langkah antisipasi kekeringan yang bisa dilakukan:1. Gunakan Air Secara Hemat dan BijaksanaMulailah dengan kebiasaan sederhana, seperti mematikan keran saat tidak digunakan, memperbaiki kebocoran pipa atau keran, serta menggunakan air secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari. Penghematan yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar terhadap ketersediaan air.2. Tampung Air Hujan untuk Keperluan NonkonsumsiApabila masih terjadi hujan sesekali selama masa peralihan musim, manfaatkan air hujan dengan menampungnya dalam wadah yang bersih dan tertutup. Air tersebut dapat digunakan untuk menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau keperluan lain yang tidak memerlukan air minum.3. Jaga Kebersihan Sumber AirHindari membuang sampah maupun limbah ke sungai, saluran air, dan waduk. Menjaga kualitas sumber air merupakan tanggung jawab bersama agar pasokan air tetap terjaga.4. Periksa Instalasi Air di RumahLakukan pemeriksaan secara berkala terhadap pipa, toren, dan sambungan air. Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat menyebabkan pemborosan air dalam jumlah yang cukup besar.5. Siapkan Cadangan Air Bersih SecukupnyaSimpan cadangan air bersih untuk kebutuhan penting apabila terjadi gangguan distribusi air. Pastikan wadah penyimpanan dalam kondisi bersih, tertutup rapat, dan rutin dibersihkan agar kualitas air tetap terjaga.6. Gunakan Air Bekas yang Masih LayakAir bekas mencuci sayuran atau mencuci beras dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, sehingga penggunaan air bersih menjadi lebih efisien.Dinas SDA DKI Jakarta turut memprioritaskan kebutuhan air bersih bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.Apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pengurus lingkungan atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan kondisi cuaca, ketersediaan air bersih, serta berkoordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau.Masyarakat juga diimbau untuk memperoleh informasi melalui kanal resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.Dengan membiasakan penggunaan air secara efisien serta menjaga kelestarian lingkungan, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko dampak kekeringan dan mewujudkan Jakarta yang tangguh menghadapi musim kemarau.

Dinas SDA Jakarta S...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih, terutama saat musim kemarau. Berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, mulai dari langkah jangka pendek hingga pembangunan infrastruktur jangka panjang.Sekitar 70 persen kebutuhan air baku di Provinsi DKI Jakarta masih berasal dari wilayah di luar Jakarta. Pasokan tersebut diperoleh dari beberapa sumber utama, yaitu Saluran Tarum Barat (Jatiluhur) dengan kapasitas 6.200 liter per detik (LPS), Kanal Banjir Barat (KBB) sebesar 1.000 LPS, Kali Krukut sebesar 440 LPS, serta Cengkareng Drain dengan kapasitas 160 LPS.Air baku tersebut kemudian diolah di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta, antara lain IPA Pejompongan, IPA Cilandak, dan IPA Taman Kota, sebelum didistribusikan kepada masyarakat.Untuk mengantisipasi potensi kekeringan, Pemprov DKI Jakarta menerapkan tiga langkah strategis. Pada tahap jangka pendek, pemerintah menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama terjadi gangguan pasokan.Selanjutnya, sebagai strategi jangka menengah, Pemprov DKI membangun reservoir komunal serta memperkuat sistem penyediaan air bersih. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan dan memperluas jangkauan distribusi air ke berbagai wilayah.Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemprov DKI berfokus pada pembangunan infrastruktur pengolahan air siap pakai yang tersebar secara merata di seluruh wilayah Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air dan mengurangi risiko gangguan pasokan di masa mendatang.Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan 12 mobil tangki air bersih, lima IPA Mobile, serta 22 Kios Air yang ditempatkan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Fasilitas tersebut siap digunakan untuk melayani masyarakat apabila terjadi kebutuhan mendesak akibat berkurangnya pasokan air bersih.Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap layanan air perpipaan PT Air Minum Jaya (Perseroda) dalam menjaga keberlangsungan distribusi air bersih kepada masyarakat.Selain langkah yang dilakukan pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam mengantisipasi potensi krisis air dengan menggunakan air bersih secara bijak dan menghindari pemborosan. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan air, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.
Go To Top