Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

RLS Brigif Wakili J...

Infrastruktur pengendalian banjir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperoleh pengakuan di tingkat internasional. Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA), Jakarta berhasil meraih predikat Runner-up pertama dalam kategori Hybrid Infrastructure berlandaskan Nature-based Solutions (NbS) pada gelaran Venice Climate Week 2026 yang berlangsung di Venice, Italia, pada 3–8 Juni 2026.Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi pengembangan RLS Brigif yang dinilai sebagai infrastruktur hibrida yang tidak hanya berfungsi mengurangi risiko banjir, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat multifungsi, adaptif, dan berketahanan terhadap dampak perubahan iklim global.Keberhasilan Jakarta menembus posisi finalis dan meraih runner-up pertama diperoleh setelah melalui proses seleksi yang ketat dengan melibatkan berbagai kota dan institusi dari berbagai negara. Capaian ini menjadi bukti bahwa infrastruktur embung dan waduk yang dikembangkan Dinas SDA DKI Jakarta telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai bagian dari solusi perkotaan yang mendukung adaptasi dan ketahanan iklim.Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Venice Climate Week bekerja sama dengan C40 Cities, sebuah jaringan yang beranggotakan lebih dari 100 kota besar dunia yang berkomitmen mempercepat aksi penanganan perubahan iklim dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.Selain menerima penghargaan, perwakilan Dinas SDA DKI Jakarta juga hadir sebagai panelis dalam forum diskusi tingkat tinggi (high-level panel discussion) yang membahas pengembangan infrastruktur adaptif dan berketahanan terhadap perubahan iklim.Dalam forum tersebut, Jakarta berbagi pengalaman mengenai penerapan konsep nature-based solutions dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air serta strategi penguatan ketahanan kota menghadapi tantangan perubahan iklim.Partisipasi Jakarta dalam forum internasional ini sekaligus memperkuat posisi ibu kota sebagai kota yang aktif mendorong inovasi pembangunan berkelanjutan. Pengakuan yang diberikan kepada RLS Brigif menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan infrastruktur yang mengintegrasikan fungsi teknis, manfaat lingkungan, dan kebutuhan masyarakat semakin mendapat perhatian di tingkat global.Prestasi ini juga sejalan dengan visi Jakarta untuk menjadi kota global yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan, termasuk risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.Melalui pengembangan waduk, embung, dan infrastruktur sumber daya air yang adaptif, Jakarta terus memperkuat upaya mitigasi risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan ketahanan perkotaan secara menyeluruh.

Menjajaki Kolaboras...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperluas kerja sama internasional untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki peluang kolaborasi dengan mitra strategis dari Jepang dalam bidang pengelolaan sumber daya air dan pengendalian banjir pesisir.Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang bersama Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo ke infrastruktur pengendali banjir rob yang dibangun Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Tanggul Pantai NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A di Ancol Seafront, pada Sabtu 6 Juni 2026.Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai upaya pengendalian banjir pesisir yang telah dilakukan di Jakarta sekaligus membahas peluang kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan berbagai pihak di Jepang.Dalam kunjungan tersebut, delegasi memperoleh gambaran mengenai strategi pengelolaan wilayah pesisir yang diterapkan Jakarta dalam menghadapi ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, serta dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.Pengalaman Jepang dalam pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur ketahanan bencana dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Jakarta dalam memperkuat sistem perlindungan wilayah pesisir.Penjajakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. Selain sektor pengelolaan sumber daya air, Jakarta dan Jepang juga memiliki peluang kerja sama pada bidang transportasi, investasi, dan lingkungan hidup.Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, tengah merencanakan penyelenggaraan Pertemuan Bisnis Jepang–Jakarta.Forum tersebut akan menjadi wadah untuk mempertemukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mitra strategis Jepang guna menjajaki berbagai peluang investasi dan kerja sama pembangunan.Pertemuan bisnis tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara Jakarta dan Jepang, sekaligus memperkenalkan proyek-proyek prioritas Pemprov DKI Jakarta yang memiliki potensi untuk dikerjasamakan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang investasi dan kolaborasi konkret yang dapat mendukung pembangunan Jakarta secara berkelanjutan.Melalui penguatan kemitraan internasional dan pertukaran pengetahuan, Jakarta berupaya membangun ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta risiko banjir pesisir di masa mendatang. Kerja sama dengan Jepang diharapkan tidak hanya menghasilkan investasi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan solusi inovatif untuk mendukung pembangunan perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai kolaborasi lintas negara menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan berdaya saing global, sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan bagi generasi mendatang.

Pesisir Jakarta Ber...

Pesisir utara Jakarta berpotensi mengalami banjir rob pada 11-19 dan 24-29 Juni 2026 ini. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, sea level rise, elevasi pesisir, dan pasang surut Teluk Jakarta. Pesisir Jakarta berpotensi mengalami banjir rob dengan pasang tertinggi 0,72 meter dari mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata.Berikut wilayah rentan yang berpotensi banjir rob di antaranya:TanjunganMuara AngkeMuara BaruPasar IkanAncol Marina dan JISTanjung Priok dan Kali BaruMarundaPemodelan potensi banjir rob dapat berubah akibat pembangunan, faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin serta upaya penanggulangan yang dilakukan.Adapun upaya mitigasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara tetap melakukan penyiagaan dan pengoperasian pompa serta berbagai upaya antisipasi potensi banjir rob.Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirTerdapat sebanyak 171 unit pompa stasioner di 56 lokasi wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air di pesisir yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Rumah Pompa Pluit- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Pompa Polder Kamal Penyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Mahasiswa Teknik Li...

Sebanyak kurang lebih 36 peserta terdiri atas mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Bakrie berkunjung ke Ruang Limpah Sungai (RLS) Brigif di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi lapangan sebagai bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Drainase Perkotaan Berkelanjutan.Bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada peserta mengenai infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang diterapkan di Jakarta, khususnya dalam upaya pengendalian banjir dan pengelolaan sistem drainase perkotaan, kunjungan ini diterima langsung oleh tim dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama tim Sobat Air Jakarta.Dalam kegiatan tersebut, tim Sobat Air Jakarta memberikan pemaparan mengenai fungsi dan peran Ruang Limpah Sungai Brigif sebagai salah satu sarana pengendali banjir yang mendukung sistem tata air perkotaan.Peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme kerja ruang limpah sungai, pengelolaan aliran air, serta kontribusinya dalam mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah sekitar.Selain sesi pemaparan, para peserta juga melakukan peninjauan lapangan untuk mengamati secara langsung kondisi infrastruktur sumber daya air.Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami proses operasional dan pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir, sekaligus melihat implementasi konsep drainase perkotaan berkelanjutan yang dipelajari di bangku kuliah.Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan praktis mahasiswa mengenai pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.Kunjungan lapangan tersebut juga menjadi sarana penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, berwawasan lingkungan, serta memiliki kepedulian terhadap pengelolaan tata air perkotaan.Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah diharapkan dapat terus terjalin guna mendorong lahirnya inovasi dan solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di kawasan perkotaan.

Perbaikan Saluran A...

Perbaikan saluran di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang sempat amblas akibat kerusakan saluran akhirnya rampung diperbaiki pada Selasa (2/6/2026) pagi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi kerja cepat Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta dalam memperbaiki kerusakan saluran. Hal itu disampaikan Wagub Rano saat meninjau langsung lokasi jalan ambles di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).“Hari ini saya meninjau langsung lokasi perbaikan saluran yang badan jalannya sempat amblas. Saya sangat surprise dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi yang cukup sangat baik,” ujarnya.Ia mengaku terkejut karena proses perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari. Menurut Rano, hasil perbaikan bahkan lebih baik dari yang ia bayangkan. Sejak kejadian jalan ambles pada akhir pekan lalu, sambung dia, petugas bekerja selama beberapa hari. Alat berat juga diturunkan dan jalan terpaksa ditutup untuk proses perbaikan."Kalau dihitung hampir mereka kerja selama hampir empat hari, pagi siang malam dengan terpaksa kita harus menutup jalan karena memang jalan ini dengan amblas itu gak mungkin tanpa alat berat," kata Rano.Kini, jalan utama yang menghubungkan wilayah Jakarta dan Depok tersebut sudah kembali bisa dilalui kendaraan dari dua arah. Namun ia menilai perlu penyempurnaan di sisi bahu jalan."Saya minta kepada dinas terkait, bahu jalan juga harus diperbaiki agar kelancaran tidak mengganggu. Kemudian yang pasti, sejak awal kejadian utamakan adalah keselamatan bagi masyarakat," ucapnya.Rano juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Menurut dia, penyelesaian pekerjaan dalam waktu kurang dari sepekan merupakan capaian yang patut diapresiasi."Sekali lagi, atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang pertama mau sabar dan memaklumi pekerjaan ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi marilah yakini bisa selesai dalam waktu 4-5 hari ini luar biasa, sangat luar biasa," tuturnya.Ia mengaku sebelumnya memperkirakan saat datang ke lokasi, jalan belum sepenuhnya dapat digunakan. Namun ternyata kedua lajur sudah bisa dilalui kendaraan."Saya tadi berpikir datang ke sini belum menjadi dua arah yang bisa dilewati. Tapi sekarang ternyata udah dua ruas," kata Rano.Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5). Penanganan awal dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Kemudian perbaikan permanen saluran air di bawah badan jalan dilakukan mulai Jumat malam (29/5) untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.“Pengamanan awal sudah dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Perbaikan permanen kami jadwalkan malam hari agar pekerjaan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas,” ujar Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, pada Jumat (29/5).Jalan amblas dengan lebar sekitar tiga meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air lama di bawah badan jalan. Kondisi saluran diperkirakan menurun seiring usia infrastruktur dan tingginya intensitas hujan. Penanganan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga.Perbaikan Saluran PermanenPerbaikan permanen dilakukan dengan mengganti konstruksi saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran 2x2 meter sepanjang 16 meter. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama tiga hari, menyesuaikan kondisi lapangan. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, mengikuti arahan petugas, serta mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.“Kami terus memantau penanganan di lapangan agar perbaikan dapat selesai secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi saluran,” ujarnya.

Saluran Jalan Ambla...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah ambles pada Kamis malam (28/5).Penanganan awal dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Kemudian perbaikan permanen saluran air di bawah badan jalan dilakukan mulai Jumat malam (29/5) untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.“Pengamanan awal sudah dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Perbaikan permanen kami jadwalkan malam hari agar pekerjaan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas,” ujar Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, pada Jumat (29/5).Jalan amblas dengan lebar sekitar tiga meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air lama di bawah badan jalan. Kondisi saluran diperkirakan menurun seiring usia infrastruktur dan tingginya intensitas hujan.Penanganan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga.Perbaikan Saluran PermanenPerbaikan permanen dilakukan dengan mengganti konstruksi saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran 2x2 meter sepanjang 16 meter.Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama tiga hari, menyesuaikan kondisi lapangan. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, mengikuti arahan petugas, serta mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.“Kami terus memantau penanganan di lapangan agar perbaikan dapat selesai secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi saluran,” ujarnya.

Melihat Keseruan Wa...

Kegiatan Ciliwung River Adventure sukses diselenggarakan selama dua hari pada 9-10 Mei 2026. Kegiatan yang digagas bersama Sobat Air Jakarta dan Khatulistiwa Respon Tim dilaksanakan di Kali Ciliwung Kanal Banjir Barat (KBB) Segmen BNI City, Jakarta Pusat.Ciliwung River Adventure merupakan ajang edukasi publik tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan dan ruang bersama.Lebih dari 400 peserta turut serta dalam kegiatan edukasi ini. Kegiatan berpetualang dan edukasi sungai kali ini mendapatkan sekitar 25 karung sampah yang berhasil terangkut.Para peserta tampak bersemangat menyusuri aliran sungai, menikmati panorama hijau di tepian, serta belajar langsung tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai dan peran masyarakat dalam pelestariannya.Harapannya kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran warga arti penting sungai dan ekosistem air di ibu kota.

Studi Lapangan Maha...

Sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Gajah Mada menyambangi infrastruktur pengendali banjir Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, tepatnya ke Rumah Pompa Cideng, Jakarta Pusat, pada Selasa 12 Mei 2026.Selama kunjungan, mereka belajar mengenai peran DSDA dalam pengendalian banjir, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Selain itu, mereka juga mengenal sistem pemantauan hidrologi yang digunakan untuk mengantisipasi potensi banjir, serta bagaimana strategi pengelolaan air dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Company Visit Civil Engineering National Summit (CENS). CENS merupakan acara tahunan yang mempertemukan mahasiswa, pemangku kepentingan, dan profesional untuk membahas solusi pembangunan infrastruktur di Indonesia.Melalui program ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan langsung mengenai peran pengelolaan sumber daya air dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, adaptif, dan tangguh terhadap risiko bencana serta memahami relevansinya dalam praktik teknik sipil.

Satgas Pasukan Biru...

Sebanyak kurang lebih 50 orang Satgas Pasukan Biru Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara mengikuti pelatihan chatbot kecerdasan buatan (AI) di Gedung Balai Yos Sudarso Walikota Jakarta Utara, pada Senin 11 Mei 2026.Pelatihan chatbot AI dilakukan agar Satgas Pasukan Biru dapat menggunakan aplikasi Log Book Monitoring untuk mempermudah pelaporan pekerjaan dan pemantauan kegiatan di lapangan.Dengan aplikasi tersebut, proses pelaporan operasional/kondisi pompa dan pintu air, serta curah hujan manual dapat lebih mudah sehingga informasi tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data.Pada pelatihan tersebut, Satgas Pasukan Biru belajar mengenai aplikasi Logbook Operation Monitoring yang berfungsi sebagai sistem digital untuk mencatat data operasional harian petugas lapangan seperti pencatatan TMA dan Curah Hujan agar kegiatan operasional dapat dipantau dan dilaporkan dengan lebih efisien.Para Satgas Pasukan Biru juga mempelajari Aplikasi Asset Maintenance Tracker berfungsi untuk mengelola master data, memantau kondisi operasional aset, serta mencatat riwayat kerusakan aset seperti pompa, pintu air, dan genset, dan lain sebagainya guna memastikan keandalan aset dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.Melalui kegiatan ini, petugas dibekali pemahaman penggunaan aplikasi untuk mendukung pencatatan, pemantauan, dan pelaporan pekerjaan secara lebih tertib, cepat, dan akurat.
Go To Top