Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

Kerap Jadi Penyebab...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan segera melakukan normalisasi di Kali Cakung Lama. Hal itu disampaikannya ketika meninjau Kali Cakung Lama segmen Kampung Begog, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1/2026).Ia menjelaskan bahwa daya tampung Kali Cakung Lama mengalami penurunan akibat penyempitan menjadi 2-3 meter dari kondisi awalnya sekitar 20 meter. Kondisi ini berdampak langsung terhadap terjadinya banjir di beberapa wilayah di Jakarta Utara.“Memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck yang menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah,” kata Gubernur Pramono Anung.Penyempitan ini disertai tingginya endapan sedimen dan keberadaan bangunan di bantaran kali, yang menyebabkan pendangkalan dan berkurangnya daya tampung aliran, terutama saat debit air meningkat akibat hujan. Kondisi ini rentan menimbulkan genangan hingga banjir di wilayah Kecamatan Cilincing (Semper barat dan timur), Kelapa Gading (Pegangsaan) dan Koja (Tugu Selatan).Gubernur Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penanganan terpadu melalui normalisasi Kali Cakung Lama. Suku Dinas SDA Jakarta Utara telah melakukan pengerukan sedimen serta penertiban bangunan di badan dan sempadan kali dari Segmen Sedayu hingga Simpang Lima Koja, yang akan dilanjutkan hingga kawasan Kampung Begog, Cilincing.Sementara itu, Suku Dinas SDA Jakarta Utara telah melakukan pengerukan sedimen serta penertiban bangunan di badan dan sempadan kali dari Segmen Sedayu hingga Simpang Lima Koja, yang akan dilanjutkan hingga kawasan Kampung Begog, Cilincing.“Saya sudah memberikan persetujuan secara langsung untuk dilakukan normalisasi, kurang lebih sepanjang dua kilometer. Minggu depan akan segera kami rapatkan agar pelaksanaannya bisa segera berjalan,” tuturnya.Selain normalisasi, Dinas SDA DKI Jakarta juga akan melakukan pembebasan lahan di kawasan Kampung Begog untuk mengembalikan fungsi saluran sesuai kapasitas rencana. Upaya ini diharapkan mengurangi risiko banjir yang terjadi secara berulang di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Cakung Lama.Berdasarkan peta sebaran genangan tahun 2020–2025, kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, tercatat mengalami genangan tahunan dengan ketinggian berkisar 15-40 sentimeter.Pemprov DKI Jakarta juga akan menambah jumlah pompa air serta melakukan normalisasi di sejumlah sungai strategis lainnya, seperti Kali Krukut dan Sungai Ciliwung, guna memperkuat sistem pengendalian banjir di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Cek Kali Sepak di J...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kegiatan pengerukan sungai dan kali serta waduk, situ dan embung terus berlanjut. Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah.Demikian disampaikannya saat mengecek kegiatan pengerukan di Kali Sepak di segmen Kompleks BTN, Jalan Delima 7 hingga Jembatan Jalan Pulau Bira, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).“Kenapa di tempat ini saya ingin sekali lagi mengecek, karena memang tempat ini sebenarnya secara rutin penggalian (pengerukan) dilakukan untuk menjaga supaya air itu bisa turun,” kata Gubernur Pramono Anung. Sehingga dengan demikian kami tetap melakukan penggalian (pengerukan)."Memiliki lebar sekitar 9 meter, Kali Sepak merupakan salah satu saluran yang dikeruk di wilayah Jakarta Barat. Pengerukan dilakukan pada lebar enam meter dengan jarak aman 1,5 meter dari sisi tebing guna mengurangi risiko longsor.Secara keseluruhan, rencana total volume pengerukan mencapai 7.458 meter kubik sepanjang 1.243 meter yang terbagi dalam tiga segmen.Gubernur menilai pengerukan ini merupakan upaya rutin sekaligus langkah mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan, khususnya saat curah hujan tinggi.Terlebih lagi, Kali Sepak aliran airnya menuju Cengkareng Drain sehingga menjadi salah satu yang krusial sebagai pengendali banjir.Dengan optimalisasi di segmen tersebut, potensi banjir, khususnya di kawasan Kompleks BTN, dapat dicegah."Mengingat Kali Sepak merupakan salah satu muara penting yang terhubung lintas wilayah, termasuk ke Cengkareng Drain," ujarnya.Ia menegaskan pengerukan kali akan terus dilakukan, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.Adapun pembagian segmen pengerukan meliputi Segmen 1, dari pertemuan Kali Angke, Jembatan Jalan Kembangan Baru hingga Jembatan Jalan Pulau Bira sepanjang 578 meter; Segmen 2, dari Jembatan Jalan Pulau Bira hingga Jembatan JA sepanjang 430 meter; serta Segmen 3, dari Jembatan JA hingga Jembatan Kembangan Raya sepanjang 235 meter.Saat ini, pengerukan difokuskan pada Segmen 1 dengan target volume sekitar 3.468 meter kubik. Hingga Jumat (23/1), realisasi pengerukan telah mencapai 2.035 meter kubik sepanjang 578 meter, melibatkan tiga unit excavator amphibious serta 10 unit dump truck.

Dinas SDA Kerahkan...

Curah hujan yang tinggi hingga ekstrem pada Sabtu (17/1/2026) membuat di sejumlah titik di Jakarta tergenang pada Minggu (18/1/2026) pagi.Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sepanjang Sabtu hingga Minggu pagi, curah hujan ekstrem di atas 190 mm/hari umumnya terjadi di wilayah Jakarta Utara.- Kawasan Muara Angke 267 mm- Kawasan Pasar Ikan 256 mm- Kawasan Pulomas 223 mm- Kawasan Cempaka Baru 221 mm- Kawasan Kemayoran 213 mm- Kawasan Sunter Timur I Koramar 207 mm- Kawasan Waduk Sunter Utara 199 mm- Kawasan Pinangsia 190 mmHujan ini jauh melebihi kapasitas drainase di Jakarta yang dapat menampung hujan sebesar 150 mm untuk saluran makro dan 100 mm untuk saluran pendukung.Untuk mengatasi genangan, jajaran Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta telah melakukan upaya penanganan genangan dengan mengoperasikan pompa stasioner, mengerahkan pompa mobile serta satgas Pasukan Biru di wilayah terdampak.Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan Tinggi Mula Air (TMA) melalui https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Waduk Cilangkap Gir...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Waduk Cilangkap Giri Kencana di kawasan Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Kota Administrasi Jakarta Timur, pada Senin (12/1/2026).Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan plakat yang disaksikan oleh Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum serta Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Timur Abdul Rauf Gaffar beserta jajaran.Gubernur Pramono mengatakan pembangunan waduk ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengendalian banjir. Selain Waduk Giri Kencana, Dinas SDA juga tengah membangun sejumlah waduk/situ/embung di lokasi-lokasi lainnya.“Di awal saya menjadi Gubernur, salah satu perhatian utama adalah banjir, dan sekarang ini, ada yang seperti ini (waduk), kurang lebih delapan kita bangun di seluruh wilayah Jakarta, karena ini betul-betul secara langsung mengatasi persoalan genangan air yang ada di tempat-tempat seperti ini.”Memiliki luas keseluruhan mencapai 4,5 hektare dengan area basah sekitar 2,7 hektare dengan kedalaman sekitar 7 meter, Waduk Cilangkap Giri Kencana ini mampu menampung air hingga 92.000 meter kubik.Pembangunan waduk ini tidak hanya bertujuan untuk sarana pengendali banjir, melainkan juga untuk konservasi dengan area cakupan dari kawasan PHB Cilangkap hingga Agro Wista dengan total catchment area mencapai 6,51 kilometer persegi.Waduk Cilangkap Giri Kencana dibangun sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB) multifungsi bagi masyarakat.Ini didukung oleh fasilitas yang dihadirkan, di antaranya jogging track mengelilingi waduk untuk mendukung aktifitas olahraga masyarakat, area bermain anak, taman, musala, hingga lapangan basket.“Ini berdampak sangat positif bagi masyarakat. Apalagi ini di tempat yang padat penduduk sehingga saya mengharapkan mudah-mudahan yang lainnya, ada tujuh (titik) lagi, saya segera bisa resmikan supaya bisa termanfaatkan,” tuturnya.

Curah Hujan Ekstrem...

Curah hujan yang tinggi hingga ekstrem pada Senin (12/1/2026) pagi membuat di sejumlah titik di 5 kota administrasi di Jakarta tergenang. Curah hujan ekstrem umumnya terjadi di wilayah Jakarta Utara.Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 13.00 WIB, curah hujan ekstrem menyentuh angka 198mm/hari di kawasan Kelurahan Kamal, Jakarta Utara. Wilayah Jakarta Utara lainnya yang mengalami curah hujan ekstrem di antaranya sebagai berikut:Kelurahan Koja, Jakarta Utara dengan angka 186mm/hari.Ancol Flusing, Jakarta Utara dengan angka 178mm/hari.Pintu Air Marina, Ancol, Jakarta Utara di angka 171mm/hari.Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara di angka 161mm/hari.Sementara itu sejumlah wilayah lainnya mengalami curah hujan sangat lebat di atas 100mm/hari, di antaranya sebagai berikut:Kali Duri, Jakarta Barat di angka 130mm/hari.Kel. Sunter Jaya, Jakarta Utara 124 mm/hari.Kel. Rorotan, Jakarta Utara 116mm/hari.Kawasan Yos Sudarso 114mm/hari.Kel. Kelap Gading Timur, 106 mm/hari.Kawasan Jembatan Merah, Jakarta Pusat 105 mm/hari.Sebagai langlah mitigasi banjir, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan pompa stasioner dan pompa mobile di lokasi-lokasi terdampak.Terdapat sebanyak 612 unit pompa stasioner di 211 lokasi dan 590 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 pompa stasioner dan 226 pompa mobile dikerahkan untuk mengatasi genangan. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Selain itu, Satgas Pasukan Biru turut diterjunkan ke lokasi genangan untuk membersihkan tali air agar drainase dan pompa pengendali banjir dapat berfungsi optimal.Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan Tinggi Mula Air (TMA) melalui https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

7 Wilayah di Jakut...

Sejumlah wilayah di pesisir utara Jakarta diprediksi akan mengalami banjir rob pada pekan pertama di bulan Januari 2026. Hal ini berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 30 Desember 2025 - 7 Januari 2026,Terdapat fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.Pasang air laut diperkirakan mulai naik pada sekira pukul 08.00 WIB. Terdapat 7 wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, di antaranya sebagai berikut:Tanjungan, wilayah Tanjungan di sekitaran Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak berpotensi terdampak banjir rob.Muara Angke, wilayah Muara Angke berpotensi terdampak rob di antaranya di sekitar Kawasan pemukiman Pelabuhan RT11/RW11, RT01/RW22, RT02/RW22, sebelum masuk Pelabuhan baru Muara Angke, beberapa di sekitar lokasi Pluit Raya dan Pluit Utara.Muara Baru, wilayah Muara Baru berpotensi terdampak di sekitar Kawasan Pelabuhan dan Industri Pelabuhan.Marunda, wilayah Marunda berpotensi terdampak sekitar Museum si Pitung, RT02/RW07, RT03/RW07, RT07, RW07Pasar Ikan, wilayah Pasar Ikan berpotensi terdampak di sekitar area Pelabuhan Pasar Ikan (Sunda Kelapa).Tanjung Priok dan Kali Baru berpotensi terdampak sekitar Jalan Sulawesi RT03/RW02 dan sekitar Jalan Industri RT01/RW15.Ancol, wilayah Ancol berpotensi terdampak sekitar perempatan Gunung Sahari Marina dan tinggi di depan JIS.Langkah Atasi Banjir RobAdapun langkah-langkah antisipasi banjir rob tersebut di antaranya penyiagaan pompa-pompa baik pompa stationer maupun pompa mobile dan juga pintu air, pembangunan tanggul darurat ataupun tanggul mitigasi, serta penyiagaan Satuan Tugas (Satgas) SDA.Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirSejumlah infrastruktur pengendali banjir rob di pesisir Jakarta seperti pompa stasioner, pompa mobile dan juga pintu air dipastikan kesiapannya dalam rangka mengantisipasi ancaman banjir rob. Berikut daftar rumah pompa dan pintu air yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Rumah Pompa Waduk Pluit- Pompa/Polder Kali Asin- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa TanjunganTanggul DaruratSelain infrastruktur pengendali banjir rob, Dinas SDA juga mengambil langkah preventif dengan membangun tanggul darurat dan tanggul mitigasi di titik-titik rawan terjadi banjir rob.Berikut daftar lokasi pembangunan tanggul darurat:- Muara Angke- Muara Baru- Sunda Kelapa- Jalan R.E. Martadinata (Depan JIS)- Marunda PuloPembangunan tanggul-tanggul tersebut dilakukan sebagai langkah jangka pendek sambil menunggu tuntasnya pembangunan tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang direncanakan bakal tuntas pada 2030 mendatang.Penyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Serangkaian langkah antisipasi banjir rob tersebut diharapkan efektif mengantisipasi dan mengatasi potensi limpasnya air laut ke daratan, khususnya di pesisir utara Jakarta, sehingga masyarakat dapat tetap melakukan aktifitasnya sehari-hari.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Dinas SDA Bangun Ja...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan pembangunan sistem tata air di kawasan Fatmawati, yakni di Jalan Margaguna sampai dengan Jalan H. Nawi, Jakarta Selatan dengan total panjang kurang lebih 1,4 km.Pembangunan sistem tata air kawasan Fatmawati di Jl. H. Nawi Raya dilaksanakan dengan sistem jacking (saluran bawah tanah) yang bertujuan untuk penanganan genangan yang sering terjadi saat hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi di Jl. Fatmawati Raya simpang Jl. H. Nawi Raya - ITC Fatmawati.Aliran eksisting saluran Phb. Madrasah (Kec. Cilandak) menuju saluran Phb. Dharmawangsa (Kec. Kebayoran Baru) yang hilirnya ke arah timur menuju Kali Krukut akan dikurangi debitnya dengan mengalirkan sistem aliran pada titik genangan yang sering terjadi di simpang H. Nawi Raya - ITC Fatmawati menuju ke arah barat yang hilirnya Kali Grogol.Adapun pekerjaan sistem tata air ini dilakukan secara bertahap dari Jl. Margaguna sisi Selatan, sampai dengan Lampu Merah ITC Fatmawati yang terdiri dari 12 Pit lubang galian untuk pemasangan alat dan material pipa saluran. Jangka waktu pelaksanaan dimulai dari 15 September 2025 sampai dengan 15 Desember 2026 (455 hari).Tahap awal pekerjaan dimulai dari bagian hilir (Pit 12) yang berada di Jl. Margaguna sisi Utara Pondok Indah 1 dengan penjelasan sebagai berikut:a. Pit 12 (Jembatan Kali Grogol Margaguna) pelaksanaan pekerjaan 6 November 2025 – 19 April 2026 (163 hari);b. Pit 11 (Depan Pom Bensin Margaguna) pelaksanaan pekerjaan 6 November 2025 – 23 Maret 2026 (136 hari);c. Pit 10 (Pertigaan Margaguna Jl. H.Nawi) pelaksanaan pekerjaan 17 November 2025 – 23 Maret 2026 (125 hari)Selanjutnya untuk area Pit 9 sampai dengan Pit 1 yang akan berada disepanjang Jl. H. Nawi Raya s.d Jl. Fatmawati, pelaksanaan pekerjaannya masih menunggu press release selanjutnya dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.Adapun lingkup pekerjaannya meliputi:Pekerjaan pengadaan dan pemasangan Pipa Jacking RCP diameter 1.000 mm metode MTBM sepanjang 1396 m.Pekerjaan Starting dan Arriving PitPekerjaan saluran U-Ditch Heavy Duty (HD) ukuran 1.200 mm x 1.200 x 1.200 mm + tutup sepanjang 238 m.Pekerjaan saluran Box Culvert Heavy Duty (HD) ukuran 1.200 mm x 1.200 mm x 1.000 mm sepanjang 452 m.Pekerjaan saluran Box Culvert Heavy Duty (HD) ukuran 1.500 mm x 1.500 mm x 1.000 mm sepanjang 267 m.Sehubungan dengan pengurangan/penyempitan badan jalan selama pekerjaan berlangsung, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan.Kepada para pengguna jalan juga diimbau agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Daftar Lokasi Pemba...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan JakTirta sebagai proyek pengendalian banjir dan rob untuk Tahun Anggaran 2025-2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung langkah ini lewat penandatanganan kontrak dan pencanangan yang dialaksanakan di Balai Agung, Gedung Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, pada Rabu (24/12/2025).Kegiatan dalam proyek JakTirta terdiri dari sembilan paket pembangunan sistem polder di 13 lokasi dengan penambahan 63 unit pompa baru, dua paket pembangunan embung di tiga lokasi, dua paket pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang dua kilometer, serta revitalisasi sungai sepanjang dua kilometer.Berikut Lokasi Kegiatan Pembangunan Jaktirta 2025-2027:a. PolderJakbar:Polder ApuranPolder Mangga Raya GreenvillePolder Daan MogotJakpus:Polder Cempaka PutihPolder Cempaka Putih BaratJaktim:Polder Warung JengkolPolder Kampung Sawah, Rawa TeratePolder Kayu Putih, Rawa TerateJakut:Polder Bulak CabePolder Pegangsaan DuaPolder Cilincing KBNPolder IKIPPolder Ancolb. embung/wadukJaksel:Embung Pondok LabuEmbung KebagusanJakbar:Waduk TomangWaduk Tegal Alur (DAS Polder Kamal)Jaktim:Waduk Sunter Huluc. NCICDJakut:NCICD Fase A Tahap 3 Paket 1(Pantai Mutiara dan Muara Baru)NCICD Fase A Tahap 3 Paket 2(Kali Blencong)d. Revitalisasi Sungai/KaliJakbar:Kali Sodetan SekretarisKali PesanggrahanKali AngkeKali GrogolJaktim:Kali JatikramatKali SunterJaksel:Kali Cideng AtasPenataan saluran H. Nawi (Jacking)Jakut:Kali Kamal (DAS Polder Kamal)Kali Cakung LamaPhb Layar

Ini Peran JSDP dala...

Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperluas akses sanitasi aman bagi seluruh masyarakat Jakarta demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goal (SDG) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi.SDG 6 menargetkan peningkatan kualitas air, pengurangan polusi, dan pengelolaan limbah cair secara aman, termasuk layanan sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan.Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk masyarakat. Jakarta Sewerage System (JSS) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memenuhi kebutuhan akses sanitasi aman di Jakarta.Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum mengawali langkah penyediaan akses sanitasi aman melalui pengembangan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 dengan cakupan yang lebih luas.Hingga hampir satu juta penduduk Jakarta akan terlayani oleh Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Perkotaan ini seusai seluruh tahapan pengembangan sistem rampung dibangun.Lebih lanjut, akses sanitasi yang aman merupakan faktor utama dalam mencegah penyakit, menjaga kualitas lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sanitasi aman mencakup sistem pengelolaan air limbah domestik yang memenuhi prinsip kesehatan dan lingkungan. Sanitasi aman meliputi ketersediaan fasilitas yang memadai, pengolahan tinja atau air limbah secara benar, serta pembuangan akhir yang tidak mencemari tanah, air permukaan, maupun air tanah.Sanitasi aman merupakan bagian penting dari rantai pelayanan sanitasi yang meliputi penyediaan fasilitas, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan akhir yang bebas risiko terhadap manusia dan lingkungan.Langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga adalah dengan memastikan kloset berfungsi baik dan memiliki saluran pembuangan atau tangki septic sesuai standar dan melakukan penyedotan secara berkala. Kemudian, menghindari membuang sampah ke dalam kloset. Lalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti selokan dan tempat penampungan air. Mencuci tangan pakai sabun setelah dari toilet juga merupakan kewajiban dalam perilaku hidup bersih dan sehat.Langkah sederhana yang dilakukan ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyakit berbasis air.Meskipun telah dilakukan peningkatan akses sanitasi dalam beberapa tahun terakhir, sebagian wilayah di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan. Di beberapa daerah, penggunaan fasilitas sanitasi aman masih belum merata, dan praktik buang air besar sembarangan (BABS) kerap kali ditemukan.Ketersediaan infrastruktur pengolahan air limbah juga perlu ditingkatkan dan dibangun merata guna memastikan seluruh rantai layanan sanitasi berjalan aman dan memenuhi standar.JSDP hadir bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya bersama untuk melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan turut mendukung dan memanfaatkan sistem ini ke depannya, masyarakat telah ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Go To Top