Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

Pesisir Jakarta Ber...

Pesisir utara Jakarta berpotensi mengalami banjir rob pada 8-13 Agustus 2026. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, sea level rise, elevasi pesisir, dan pasang surut Teluk Jakarta. Pesisir Jakarta berpotensi mengalami banjir rob dengan pasang tertinggi 0,57 meter dari mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata pada sekira pukul 20.00 WIB.Berikut wilayah rentan yang berpotensi banjir rob di antaranya:TanjunganMuara AngkeMuara BaruPasar IkanAncol Marina dan JISTanjung Priok dan Kali BaruMarunda Pemodelan potensi banjir rob dapat berubah akibat pembangunan, faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin serta upaya penanggulangan yang dilakukan.Adapun upaya mitigasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara tetap melakukan penyiagaan dan pengoperasian pompa serta berbagai upaya antisipasi potensi banjir rob. Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirTerdapat sebanyak 191 unit pompa stasioner di 71 lokasi wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air di pesisir yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Rumah Pompa Pluit- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Pompa Polder Kamal Penyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Pembangunan Saluran...

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur akan melaksanakan pekerjaan pembangunan saluran jacking di Jalan Raya PKP, tepatnya pada segmen Taufik Hidayat Arena menuju Kali Cipinang, yang melintasi wilayah Kelurahan Kelapa Dua Wetan dan Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juli hingga 15 Desember 2026. Selama masa pelaksanaan, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.Untuk menunjang pekerjaan tersebut, akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai pentahapan pekerjaan sebagai berikut:1) Starting Pit 4Waktu pelaksanaan mulai tanggal 03 Agustus - 19 Oktober 2026;Berada di Jl. Kiwi (sebelum Gang Beriman)2) Starting Pit 3Waktu pelaksanaan mulai tanggal 3 Agustus - 29 September 2026;Berada di Jl. Kiwi (depan NFC Finance)3) Arriving Pit 3Waktu pelaksanaan mulai tanggal 30 Agustus - 2 November 2026;Berada di Jl. Kiwi depan TB. Makmur Indah (pertigaan Jalan Cibubur 1-Jalan Raya PKP-Kiwi)4) Starting Pit 2Waktu pelaksanaan mulai tanggal 29 Oktober - 12 Desember 2026;Berada di depan Taman Mahoni5) Arriving Pit 2Waktu pelaksanaan mulai tanggal 16 November - 14 Desember 2026;Berada di depan Jl. Bhakti6) Starting Pit 1Waktu pelaksanaan mulai tanggal 15 September - 14 Desember 2026;Berada di depan Jl. Situ Gede II7) Arriving Pit 1Waktu pelaksanaan mulai tanggal 12 September - 06 Desember 2026;Berada di saluran penghubung (PHB). Selain jakcing saluran, dilakukan juga pekerjaan U-Ditch dan Box Culvert sesuai tahapan pekerjaan, dengan rincian sebagai berikut.1) Saluran U-Ditch ukuran 40x40x120 cm pada tanggal 30 Agustus 20262) Saluran U-Ditch ukuran 80x80x120 cm pada tanggal 03 Agustus 20263) Saluran U-Ditch ukuran 100x100x120 cm pada tanggal 02 September 20264) Box Culvert ukuran 50x50x120 cm pada tanggal 26 Agustus 20265) Box Culvert ukuran 100x100x120 cm pada tanggal 15 November 2026 Rekayasa lalu lintas yang diterapkan meliputi penyempitan badan jalan di sekitar lokasi pekerjaan serta sistem buka-tutup jalan secara bergantian sesuai dengan kondisi di lapangan. Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.Masyarakat diimbau agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lokasi, serta mengutamakan keselamatan selama melintasi area pekerjaan. Kepatuhan pengguna jalan diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung proses pembangunan.Pembangunan saluran jacking ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur drainase di wilayah Jakarta Timur. Keberadaan saluran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan sekitar, khususnya di Kecamatan Ciracas.Sudin SDA Jakarta Timur juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan berlangsung.Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem drainase yang lebih baik dan Jakarta Timur yang semakin tangguh terhadap genangan.

Update Pengerukan K...

Memasuki musim kemarau, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mengakselerasi pengerukan saluran di waduk/situ/embung serta sungai/kali yang tersebar di 5 Kota Administrasi Jakarta.Percepatan pengerukan dapat dilakukan di musim kemarau karena kondisi lapangan lebih mendukung, pekerjaan lebih aman dan efisien.Tak hanya di musim kemarau, kegiatan pengerukan ini dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas di waduk/situ/embung serta sungai/kali lainnya guna meningkatkan daya tampung badan air.Berdasarkan data hingga 30 Juli 2026, volume pengerukan di sungai/kali dan waduk/situ/embung yang dilakukan di 5 kota administrasi Jakarta telah mencapai 385.483 meter kubik (M3).Adapun pengerukan dilakukan di 130 titik dengan rincian sebagai berikut:41 titik di Jakarta Timur 30 titik di Jakarta Barat 30 titik di Jakarta Utara 21 titik di Jakarta Selatan 8 titik di Jakarta Pusat Pengerukan di waduk/situ/embung dilakukan dengan mengangkut sedimen lumpur yang mengendap untuk memaksimalkan kembali daya tampung waduk/situ/embung.Sementara pengerukan sungai/kali penting untuk menghilangkan sedimen, sampah, memperlancar aliran air, hingga mencegah potensi banjir.Ketika sungai/kali dikeruk, kedalamannya akan kembali seperti semula, memungkinkan air mengalir dengan lancar, bahkan saat volume air meningkat akibat hujan deras. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalkan.

Antisipasi Musim Ke...

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Jakarta dan sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026.Merespons hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau.Meski sistem penyediaan air di Jakarta terus dipantau dan dijaga, peran aktif masyarakat dalam menggunakan air secara hemat menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan air.Musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan berpotensi meningkatkan kebutuhan air di tengah kondisi curah hujan yang menurun. Oleh karena itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengimbau seluruh warga untuk menerapkan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih.Ketahanan air merupakan tanggung jawab bersama. Langkah sederhana seperti menghemat penggunaan air, memperbaiki kebocoran instalasi, dan menjaga kebersihan sumber air dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh seluruh masyarakat.Berikut langkah-langkah antisipasi kekeringan yang bisa dilakukan:1. Gunakan Air Secara Hemat dan BijaksanaMulailah dengan kebiasaan sederhana, seperti mematikan keran saat tidak digunakan, memperbaiki kebocoran pipa atau keran, serta menggunakan air secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari. Penghematan yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar terhadap ketersediaan air.2. Tampung Air Hujan untuk Keperluan NonkonsumsiApabila masih terjadi hujan sesekali selama masa peralihan musim, manfaatkan air hujan dengan menampungnya dalam wadah yang bersih dan tertutup. Air tersebut dapat digunakan untuk menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau keperluan lain yang tidak memerlukan air minum.3. Jaga Kebersihan Sumber AirHindari membuang sampah maupun limbah ke sungai, saluran air, dan waduk. Menjaga kualitas sumber air merupakan tanggung jawab bersama agar pasokan air tetap terjaga.4. Periksa Instalasi Air di RumahLakukan pemeriksaan secara berkala terhadap pipa, toren, dan sambungan air. Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat menyebabkan pemborosan air dalam jumlah yang cukup besar.5. Siapkan Cadangan Air Bersih SecukupnyaSimpan cadangan air bersih untuk kebutuhan penting apabila terjadi gangguan distribusi air. Pastikan wadah penyimpanan dalam kondisi bersih, tertutup rapat, dan rutin dibersihkan agar kualitas air tetap terjaga.6. Gunakan Air Bekas yang Masih LayakAir bekas mencuci sayuran atau mencuci beras dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, sehingga penggunaan air bersih menjadi lebih efisien.Dinas SDA DKI Jakarta turut memprioritaskan kebutuhan air bersih bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.Apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pengurus lingkungan atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan kondisi cuaca, ketersediaan air bersih, serta berkoordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau.Masyarakat juga diimbau untuk memperoleh informasi melalui kanal resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.Dengan membiasakan penggunaan air secara efisien serta menjaga kelestarian lingkungan, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko dampak kekeringan dan mewujudkan Jakarta yang tangguh menghadapi musim kemarau.

Dinas SDA Jakarta S...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih, terutama saat musim kemarau. Berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, mulai dari langkah jangka pendek hingga pembangunan infrastruktur jangka panjang.Sekitar 70 persen kebutuhan air baku di Provinsi DKI Jakarta masih berasal dari wilayah di luar Jakarta. Pasokan tersebut diperoleh dari beberapa sumber utama, yaitu Saluran Tarum Barat (Jatiluhur) dengan kapasitas 6.200 liter per detik (LPS), Kanal Banjir Barat (KBB) sebesar 1.000 LPS, Kali Krukut sebesar 440 LPS, serta Cengkareng Drain dengan kapasitas 160 LPS.Air baku tersebut kemudian diolah di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta, antara lain IPA Pejompongan, IPA Cilandak, dan IPA Taman Kota, sebelum didistribusikan kepada masyarakat.Untuk mengantisipasi potensi kekeringan, Pemprov DKI Jakarta menerapkan tiga langkah strategis. Pada tahap jangka pendek, pemerintah menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama terjadi gangguan pasokan.Selanjutnya, sebagai strategi jangka menengah, Pemprov DKI membangun reservoir komunal serta memperkuat sistem penyediaan air bersih. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan dan memperluas jangkauan distribusi air ke berbagai wilayah.Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemprov DKI berfokus pada pembangunan infrastruktur pengolahan air siap pakai yang tersebar secara merata di seluruh wilayah Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air dan mengurangi risiko gangguan pasokan di masa mendatang.Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan 12 mobil tangki air bersih, lima IPA Mobile, serta 22 Kios Air yang ditempatkan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Fasilitas tersebut siap digunakan untuk melayani masyarakat apabila terjadi kebutuhan mendesak akibat berkurangnya pasokan air bersih.Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap layanan air perpipaan PT Air Minum Jaya (Perseroda) dalam menjaga keberlangsungan distribusi air bersih kepada masyarakat.Selain langkah yang dilakukan pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam mengantisipasi potensi krisis air dengan menggunakan air bersih secara bijak dan menghindari pemborosan. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan air, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.

Sosialisasi Rencana...

Warga RT 008/RW 012, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mengikuti kegiatan sosialisasi rencana pembangunan Rumah Pompa dan normalisasi Kali Apuran, pada Minggu (19/7/2026).Sosialisasi dan juga diskusi itu dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan pemahaman mengenai proyek pengendalian banjir sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang terdampak.Lebih lanjut, sosialisasi membahas rencana pembangunan Rumah Pompa Apuran beserta normalisasi sungai sebagai bagian dari proyek strategis pengendalian banjir di Jakarta Barat. Dalam kegiatan tersebut, Dinas SDA juga menjelaskan tahapan pelaksanaan proyek, rencana relokasi warga, serta dukungan yang akan diberikan pemerintah selama proses berlangsung.Pembangunan Rumah Pompa Apuran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan Kapuk dan sekitarnya. Selain mendukung percepatan pembuangan air saat hujan berintensitas tinggi, pembangunan ini juga diharapkan mengoptimalkan fungsi normalisasi sungai sehingga risiko genangan dapat diminimalkan.Rumah pompa yang akan dibangun dirancang memiliki kapasitas sebesar 12.000 liter per detik sehingga mampu mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan.Proyek strategis daerah ini dijadwalkan akan mulai berjalan secara bertahap dalam kurun waktu tahun 2025 hingga 2027. Pelaksanaan konstruksi fisik di lapangan akan segera dimulai secara bertahap setelah seluruh proses relokasi dan penataan warga ke Rusunawa rampung diselesaikanPembangunan akan didahului dengan proses relokasi warga yang menempati lokasi proyek. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, terdapat sekitar 54 kepala keluarga (KK) yang menghuni 31 unit bangunan di area pembangunan.Proses relokasi dilakukan melalui koordinasi antara Dinas SDA, Pemkot Administrasi Jakarta Barat, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta instansi terkait lainnya. Warga terdampak akan difasilitasi menempati Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), termasuk diupayakan memperoleh dispensasi pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama.Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami manfaat pembangunan Rumah Pompa Apuran sebagai salah satu infrastruktur strategis pengendalian banjir sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan proyek demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas banjir.

Warga Semper Timur...

Warga Kelurahan Cilincing dan Kelurahan Semper Timur mengikuti kegiatan Konsultasi Publik yang diselenggarakan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengadaan (UP) Tanah SDA di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa 14 Juli 2026 dan Kamis 16 Juli 2026.Kegiatan Konsultasi Publik ini bertujuan membuka ruang diskusi sekaligus untuk mendapatkan masukan dan tanggapan serta persetujuan masyarakat terkait rencana normalisasi Kali Cakung Lama segmen Jalan Bakti VI sampai dengan Jalan Sungai Begog sebagai upaya mitigasi dan pengendalian banjir jangka menengah.Terdapat 274 bidang tanah bakal terdampak normalisasi Kali Cakung Lama ini. Bidang tanah tersebut terbentang di wilayah Kecamatan Cilincing, yakni sebanyak 166 bidang di wilayah Kelurahan Cilincing dan 108 bidang di wilayah Kelurhan Semper Timur, dengan total seluas 1,76 hektare (ha).Normalisasi Kali Cakung Lama dilakukan guna mereduksi dampak terjadinya luapan air Kali Cakung Lama yang dapat menimbulkan kerugian materiel dan imateriel warga di pinggir Kali Cakung Lama. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur (sarana dan prasarana) pengendalian banjir serta ruang terbuka sebagai ruang interaksi sosial warga sekitar Kali Cakung Lama.Program normalisasi ini mencakup pelebaran sungai, penataan bantaran dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Sebab Kali Krukut memiliki peran yang sangat penting bagi jalur pengendalian banjir.Di sisi lain, terdapat beberapa faktor penyebab banjir di Kali Cakung Lama yang dipicu oleh penyempitan kali/sungai, perubahan tata guna lahan, dan intensitas hujan yang meningkat.Ini sejalan dengan fokus Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan melanjutkan normalisasi sungai yang sebelumnya sempat terhenti. Normalisasi tersebut dilakukan di Kali Ciliwung, Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.Konsultasi publik pengadaan tanah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat agar setiap tahapan normalisasi Kali Cakung Lama di segmen Kel. Petogogan ini dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.

Komisi D DPRD DKI C...

Jajaran Komisi D DPRD DKI Jakarta meninjau Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Pulau Pramuka dan Fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Senin (13/7/2026).Tinjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dan pengawasan agar layanan berjalan baik dan berkelanjutan.Melalui fasilitas SWRO, air laut diolah menjadi air bersih, sementara SPALD membantu mengelola air limbah agar tidak mencemari lingkungan dan perairan sekitar.Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta berkomitmen terus mengoptimalkan layanan air bersih dan pengelolaan air limbah di Kepulauan Seribu guna mendukung kebutuhan warga serta menjaga kebersihan lingkungan.

Tinjau Pembebasan T...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus mengakselerasi progres normalisasi Kali Ciliwung. Pada Jumat (10/7/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Kali Ciliwung segmen Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Peninjauan dilakukan untuk mengecek langsung lokasi pembongkaran bangunan yang telah dibebaskan dalam rangka normalisasi Kali Ciliwung."Ini adalah kali kedua saya datang ke tempat ini dan alhamdulillah progresnya cukup baik," ucapnya.Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 62 bidang tanah yang sudah dibebaskan dari total target 170 bidang. Percepatan pembebasan tanah di Kelurahan Cawang menjadi langkah strategis untuk melanjutkan pembangunan tanggul sekaligus memperkuat upaya pengendalian banjir di Jakarta."Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya. Inilah cara penanganan banjir dalam jangka menengah dan panjang," ujarnya.Selain di Kali Ciliwung, lanjut dia, normalisasi juga dilakukan di sungai maupun kali lainnya, seperti di Kali Krukut dan juga Kali Cakung Lama. Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran senilai Rp300 miliar pada 2026 untuk mendukung pembebasan lahan dan penanganan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.“Program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran pada 2027 guna mempercepat pengendalian banjir di Jakarta. Apabila target tersebut tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud," tuturnya.Normalisasi sungai merupakan program penanganan banjir dalam jangka menengah dan panjang. Tidak hanya dilanjutkan di Kali Ciliwung, program ini juga akan dilakukan di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta pada 2029.Sepanjang 2026, Pemprov DKI Jakarta melakukan proses pembebasan lahan sepanjang dua kilometer yang berada di Kelurahan Cawang, Rawajati, dan Pengadegan. Proses pembebasan lahan di Kelurahan Cawang menjadi percontohan model pembebasan lainnya yang akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta di 14 kelurahan.Empat Lokasi yang telah ditetapkan untuk dibebaskan yaitu Kelurahan Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan. Sementara sepuluh kelurahan lainnya masih dalam proses penyusunan dokumen pengadaan tanah sebelum penetapan lokasi.
Go To Top