Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

Pesisir Jakarta Ber...

Pesisir utara Jakarta berpotensi mengalami banjir rob pada 14-22 dan 28-31 Mei 2026 ini. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, sea level rise, elevasi pesisir, dan pasang surut Teluk Jakarta.Pesisir Jakarta tidak berpotensi mengalami banjir rob karena pasang laut yang rendah, dengan pasang tertinggi 0,69 meter dari mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata.Berikut wilayah rentan yang berpotensi banjir rob di antaranya:TanjunganMuara AngkeMuara BaruPasar IkanAncol Marina dan JISTanjung Priok dan Kali BaruMarundaPemodelan potensi banjir rob dapat berubah akibat pembangunan, faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin serta upaya penanggulangan yang dilakukan.Adapun upaya mitigasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara tetap melakukan penyiagaan dan pengoperasian pompa serta berbagai upaya antisipasi potensi banjir rob. Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirTerdapat sebanyak 171 unit pompa stasioner di 56 lokasi wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air di pesisir yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Rumah Pompa Pluit- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Pompa Polder Kamal Penyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Saat Mahasiswa ITB...

Rombongan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB) bersama mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM) berkunjung ke kantor Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta di Gedung Dinas Teknis Jatibaru, Cideng, Kec. Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa 31 Maret 2026.Kunjungan ekskursi yang diikuti 33 orang dari Mahasiswa ITB dan TUM serta Dosen kedua universitas tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperluas wawasan akademik.Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik yang telah terjalin antara Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung dengan Technical University of Munich (TUM).Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung terkait penerapan ilmu teknik sipil dan lingkungan di dunia kerja, khususnya dalam bidang pengelolaan sumber daya air.Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mendapatkan pemaparan mengenai sistem pengelolaan sumber daya air di Provinsi DKI Jakarta. Fokus utama pembahasan meliputi penanganan banjir serta fenomena penurunan muka tanah (land subsidence), yang merupakan tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan di Jakarta.Selain berdiskusi di Kantor Dinas Teknis Jatibaru, para mahasiswa juga diajak berkeliling untuk melihat langsung kondisi pesisir Jakarta. Mahasiwa berkunjung ke Masjid Waladuna di Muara Baru dan Rumah Pompa Polder Kamal di Jakarta Utara.Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan, strategi, serta implementasi teknis yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai permasalahan sumber daya air. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi akademik dan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melihat Progres Pem...

Pembangunan sistem tata air rumah pompa, serta embung/waduk dalam rangka pelaksanaan JakTirta Project masih telah berjalan. Hingga April 2026, pembangunan di sejumlah infrastruktur pengendali banjir mencapai tahapan yang beragam.Berikut rincian capaian progres pekerjaan JakTirta Project.Rumah Pompa AncolRumah Pompa Ancol yang terletak di Jakarta Utara merupakan lokasi pertama pembangunan JakTirta Project. Rumah pompa ini sebelumnya telah dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (7/4/2026) lalu.Pembangunan Rumah Pompa Ancol tidak hanya mencakup bangunan utama, tetapi juga infrastruktur pendukung yang terintegrasi, seperti bangunan galeri, rumah jaga, gardu PLN, kolam olakan, hingga saluran pembuang.Pembangunan Rumah Pompa Ancol saat ini merupakan penambahan kapasitas pompa sebesar 25 meter kubik (m3) per detik, dengan rincian 5 unit pompa kapasitas masing-masing 5 meter kubik detik. Dengan pembangunan ini, kapasitas pompa di kawasan tersebut meningkat signifikan, dari sebelumnya 15 meter kubik per detik menjadi 40 meter kubik per detik.Waduk Sunter HuluPembangunan sistem tata air juga dilakukan di pangkal aliran Kali Sunter, yakni di Waduk Sunter Hulu. Terletak di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, waduk ini dibangun sejak 22 Desember 2025 dan diperkirakan akan selesai pada akhir Desember 2026.Adapun pada saat ini progres pembangunan Waduk Sunter Hulu sedang dalam tahap normalisasi waduk sedalam 1-2 meter guna menambah kapasitas daya tampung hingga 200 ribu meter kubik (m3) serta perkuatan lereng waduk dengan bronjong batu untuk menjaga kestabilan. Selainjutnya, saluran masuk dari Kali Sunter juga akan ditingkatkan agar dapat menampung kelebihan debit air Kali Sunter ketika hujan.Selain pengendalian banjir, Waduk Sunter Hulu dibangun juga untuk menghadirkan ruang terbuka biru (RTB) serta wahana edukasi dan rekreasi masyarakat.Rumah Pompa Cempaka PutihPembangunan rumah pompa juga dilakukan di Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, tak jauh dari pust belanja ITC Cempaka Mas. Pembangunan Rumah Pompa Cempaka Putih ini dibagi ke dua segmen, yakni Rumah Pompa Cempaka Putih Timur dan Rumah Pompa Cempaka Putih Barat.Untuk Rumah Pompa Cempaka Putih bagian Barat akan dilengkapi pompa berkapasitas 3 meter kubik per detik. Sedangkan untuk Rumah Pompa Cempaka Putih bagian Timur kapasitasnya 5 meter kubik per detik. Rumah pompa cempaka putih dimulai sejak 22 desember 2025 dan akan tuntas akhir desember 2027.Saat ini progres pembangunan dilakukan di Cempaka Putih Jl. Letjen Suprapto bagian timur yang meliputi pemancangan spun pile sebagai pondasi.Selain itu terdapat 2 titik lain yang akan dibangun rumah pompa di Jl Cempaka Barat 26, yaitu pembangunan Rumah Pompa Cempaka Putih Barat bagian Utara dan Rumah Pompa Cempaka Putih Barat bagian Selatan dengan kapasitas masing-masing 4 meter kubik detik dan 6 meter kubik per detik.Kemudian pada lokasi pembangunan rumah pompa di Jl Cempaka Barat 26 dibangun juga saluran box culvert sepanjang 900 meter dengan ukuran 2x2 meter, dan box culvert ukuran 1,5 x 1,5 meter di jalan yang sama sepanjang 700 meter.Embung KebagusanEmbung Kebagusan terletak di Jalan Baung, Kel. Kebagusan, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pembangunan embung ini sempat ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada 30 Januari 2026 lalu.Embung ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 2 hektare dengan area biru seluas 0,8 hektare, area hijau 0,7 hektare, serta fasilitas pelengkap seluas 0,5 hektare yang mendukung fungsi kawasan secara menyeluruh.Selain berfungsi sebagai kolam tampungan air, Embung Kebagusan juga dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang terbuka hijau, lintasan joging, dan area olahraga, disediakan untuk mendukung aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat.Dimulasi sejak Desember 2025, progres pembangunannya saat ini sedang dalam tahap pekerjaan pengerukan tanah dengan alat berat di sisi barat dan timur embung tersebut. Rencananya pembangunan akan rampung pada Desember 2026.JakTirta Project merupakan program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027. Kegiatan Jaktirta Project secara keseluruhan mencakup pembangunan 20 rumah pompa dengan 61 unit pompa di beberapa titik wilayah DKI Jakarta dengan kapasitas keseluruhan mencapai 148 meter kubik per detik.

Melihat Cara Kerja...

Jakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dialiri 13 sungai besar di dalamnya. Kondisi tersebut membuat kota yang memasuki usia 500 tahun pada 2027 ini rentan terhadap risiko banjir.Sebagai langkah adaptasi dan antisipasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melakukan serangkaian upaya strategis, salah satunya dengan membangun rumah pompa pengendali banjir di sejumlah titik krusial.Berdasarkan data hingga 10 April 2026, terdapat 246 rumah pompa yang tersebar di 5 kota administrasi Jakarta. Masing-masing rumah pompa memiliki unit pompa dari satu.Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum bilang bahwa tujuan banyaknya unit pompa di setiap rumah pompa adalah agar pengendalian banjir dapat berjalan optimal.Sebab ketika terjadi hujan lebat hingga ekstrem, maka pompa pengendali banjir mesti terus bekerja dengan durasi yang bervariasi agar infrastruktur jalan dan rumah-rumah warga tidak tergenang.Banyaknya unit di sejumlah lokasi rumah pompa membuat pengendalian banjir di wilayah dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. Karena para operator di lapangan dapat mengoperasikan pompa pengendali banjir secara bersamaan maupun bergantian setiap unitnya sesuai dengan kebutuhan.Selain itu, banyaknya jumlah pompa pada sebuah rumah pompa membuat upaya pengendalian banjir tetap dapat dilakukan meskipun beberapa unitnya sedang diperbaiki ketika mengalami kerusakan.Di satu rumah pompa tidak mungkin hanya mengoperasikan satu pompa. Jika di rumah pompa ada 3 unit, maka yang bisa kita service hanya satu unit. Supaya apa, supaya 2 unitnya tetap bekerja dalam kondisi hujan. Dinas SDA tidak akan melakukan perbaikan pompa pengendali banjir secara bersamaan, sebab hal itu akan akan sangat fatal pompanisasi saat musim hujan.Selain pompa stasioner, Dinas SDA juga memiliki 540 pompa mobile yang tersebar di 5 kota administrasi dan Kab. Kepulauan Seribu. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir/genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.Penyiagaan dan pengoperasian pompa menjadi salah satu langkah pengendalian banjir yang dilakukan oleh Dinas SDA DKI Jakarta. Selain pompa, optimalisasi drainase juga dilakukan untuk mereduksi potensi banjir yang di antaranya dilakukan dengan pengerukan sungai/kali, waduk/situ/embung serta pengurasan saluran mikro.Adapun untuk pembangunan dan peningkatan sistem tata air pompa pengendali banjir saat ini dilakukan Dinas SDA melalui JakTirta Project 2025-2027.Kegiatan JakTirta Project secara keseluruhan mencakup pembangunan 20 rumah pompa dengan 61 unit pompa di beberapa titik wilayah DKI Jakarta dengan kapasitas keseluruhan mencapai 148 meter kubik per detik.

Tinjau Kanal Banjir...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakselerasi kegiatan pengerukan sungai/kali sebagai langkah strategis mengurangi risiko banjir di Jakarta.Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pengerukan di Kanal Banjir Barat (KBB) segmen Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy), di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/4/2026). Ia menargetkan pengerukan daapt diselesaikan dalam waktu satu tahun.“Kami akan berkonsentrasi selama satu tahun untuk pengerukan di Kanal Banjir Barat ini, yang merupakan hilir dari Kali Ciliwung dan Kali Krukut,” kata Gubernur. “Proyek (pengerukan) ini tidak boleh gagal dan tidak boleh mundur. Ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.”Kanal Banjir Barat memiliki lebar bervariasi antara 30 hingga 100 meter dengan total rencana volume pengerukan mencapai 179.269 meter kubik.Pekerjaan dibagi dalam tiga segmen, yakni Pintu Air Manggarai hingga Stasiun Karet sepanjang 3.543 meter, Stasiun Karet hingga Pintu Air Karet sepanjang 686 meter, serta Pintu Air Karet hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy) sepanjang 3.850 meter.Saat ini, pengerukan difokuskan pada segmen ketiga sepanjang 3.850 meter dengan target volume sekitar 165.381 meter kubik.Hingga Kamis (9/4), progres pengerukan telah mencapai 1.609 meter kubik dengan melibatkan enam unit alat berat, terdiri dari empat ekskavator amfibi berukuran besar dan dua ekskavator long arm, serta didukung 30 unit truk pengangkut berkapasitas 5 hingga 8 meter kubik.Gubernur meminta Wali Kota Jakarta Pusat bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target. Sebab, lanjut dia, proyek ini menjadi prioritas sehingga tidak boleh mengalami keterlambatan.Pengerukan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung air, memperlancar aliran, serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah.Upaya ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana untuk menekan risiko banjir dan genangan, khususnya di wilayah Setiabudi, Tanah Abang, Menteng, Gambir, Palmerah, hingga Grogol Petamburan.“Dengan pengerukan dan normalisasi yang dilakukan secara konsisten, kami berharap potensi genangan di wilayah-wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan,” tuturnya.Gubernur Pramono menambahkan, momentum penurunan curah hujan yang diprediksi terjadi mulai pertengahan April hingga September akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengerukan dan normalisasi sungai.Ke depan, hasil pengerukan ini akan terintegrasi dengan program normalisasi sungai, khususnya di aliran Sungai Ciliwung dan Kali Krukut. Dengan demikian, aliran air menuju laut diharapkan semakin lancar sehingga potensi banjir dapat ditekan.“Kalau ini berhasil, aliran air ke laut akan semakin cepat. Tantangannya memang saat terjadi rob, air tetap tertahan. Namun, ini bagian dari upaya besar kita untuk mengendalikan banjir,” ucap Gubernur Pramono.

Gubernur Tinjau Pem...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkunjung ke Rumah Pompa Ancol di Pademangan, Jakarta Utara, pada Selasa (7/4/2026).Tinjauan ini dilakukan untuk melihat langsung progres pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol yang merupakan bagian dari JakTirta Project.Ia berharap progres pembangunan berjalan sesuai rencana serta memperkuat sistem pengendalian banjir, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta."Kami ingin memastikan pembangunan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur Pramono saat konferensi pers.Pembangunan Rumah Pompa Ancol tidak hanya mencakup bangunan utama, tetapi juga infrastruktur pendukung yang terintegrasi, seperti bangunan galeri, rumah jaga, gardu PLN, kolam olakan, hingga saluran pembuang.Pembangunan Rumah Pompa Ancol saat inimerupakan penambahan kapasitas pompasebesar 25 meter kubik per detik, dengan rincian 5 unit pompa kapasitas masing-masing 5 meter kubik detik.Dengan pembangunan ini, kapasitas pompa di kawasan tersebut meningkat signifikan, dari sebelumnya 15 meter kubik per detik menjadi 40 meter kubik per detik."Penambahan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani debit air yang tinggi,” katanya.Mantan Sekretaris Kabinet ini menambahkan bahwa pembangunan ini bertujuan mempercepat aliran air menuju laut sehingga dapat mengurangi tinggi dan durasi genangan.Upaya ini juga menjadi bagian dari mitigasi banjir rob di kawasan Ancol dan Pademangan.“Kami ingin memastikan kawasan strategis tetap terlindungi dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman," kata Gubernur Pramono."Ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir."JakTirta Project merupakan program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027.Kegiatan Jaktirta Project secara keseluruhan mencakup pembangunan 20 rumah pompadengan 61 unit pompa di beberapa titikwilayah DKI Jakarta dengan kapasitaskeseluruhan mencapai 148 meter kubik per detik.Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga telah menambah kapasitas pompa mobile untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di lima wilayah kota administrasi melalui Suku Dinas Sumber Daya Air.Pada 2025 telah ditambahkan 29 unit pompa dengan kapasitas 9,175 meter kubik per detik, sedangkan pada 2026 direncanakan penambahan 14 unit pompa dengan kapasitas 9,3 meter kubik per detik.Diharapkan dengan berbagai upaya tersebut, Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan banjir dan genangan di wilayah Jakarta.

Pesisir Jakarta Ber...

Wilayah utara Jakarta berpotensi mengalami banjir rob pada 17-23 April 2026 ini. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, sea level rise, elevasi pesisir, dan pasang surut Teluk Jakarta.Pesisir Jakarta tidak berpotensi mengalami banjir rob karena pasang laut yang rendah, dengan pasang tertinggi 0,55 meter dari mean sea level (MSL) atau permukaan laut rata-rata.Berikut wilayah rentan yang berpotensi banjir rob di antaranya:TanjunganMuara AngkeMuara BaruPasar IkanAncol Marina dan JISTanjung Priok dan Kali BaruMarundaKendati demikian, pemodelan potensi banjir rob dapat berubah akibat pembangunan, faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin serta upaya penanggulangan yang dilakukan.Adapun upaya mitigasi yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara tetap melakukan penyiagaan dan pengoperasian pompa serta berbagai upaya antisipasi potensi banjir rob.Penyiagaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile dan Pintu AirTerdapat sebanyak 168 unit pompa stasioner di 55 lokasi wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air di pesisir yang disiagakan:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Pompa Polder KamalPenyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Percepat Normalisas...

Pada Kamis (12/3/2026) dan Jumat (13/3/2026), Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan verifikasi berkas asli serta penandatanganan pelepasan hak ganti kerugian terhadap bidang tanah yang terdampak pengadaan tanah untuk normalisasi Kali Ciliwung.Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Jakarta Selatan di Jl. Raya Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan.Terdapat 9 bidang tanah yang dibebaskan di kawasan Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.Proses verifikasi dilakukan secara cermat dan transparan untuk memastikan keabsahan dokumen kepemilikan serta kesesuaian data bidang tanah. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjamin kepastian hukum dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pengadaan tanah.Selanjutnya, dilakukan penandatanganan dokumen pelepasan hak oleh para pemilik tanah sebagai bentuk persetujuan atas pemberian ganti kerugian yang telah ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Pengadaan tanah dilakukan dalam rangka percepatan program Normalisasi Kali Ciliwung sebagai upaya strategis pengendalian banjir di Provinsi DKI Jakarta.Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan penataan sungai yang lebih optimal, guna mengurangi risiko banjir serta meningkatkan kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat.Dengan terlaksananya proses ini, diharapkan program normalisasi Kali Ciliwung dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta.

Tingkatkan Kapasita...

Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta terus melakukan optimalisasi drainase guna meminimalisir potensi genangan, mengingat kondisi cuaca yang kerap berubah.Upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan pengurasan saluran yang dilakukan oleh Suku Dinas SDA Jakarta Pusat di beberapa wilayah pada Jumat (27/3/2026) ini sebagai berikut.Saluran PHB (Penghubung) Tertutup di Jl Wahid Hasyim, Kel Gondangdia, Kec Menteng.Kali Anak Krukut, Jembatan Jl Lontar Bawah, Kec Tanah Abang.Saluran PHB Kebon Sirih, Kel. Gondangdia, Kec. Menteng.Pengurasan saluran sekilas mirip dengan kegiatan pengerukan, yakni mengangkat sedimen atau lumpur yang ada di dasar badan air. Bedanya, jika pengerukan dilakukan di saluran makro seperti sungai ataupun kali dengan menggunakan alat berat, sedangkan pengurasan dilakukan di saluran mikro dan PHB yang lebih kecil dengan metode manual dan bantuan alat berupa pacul, linggis dan karung.Pengurasan saluran dilakukan untuk mengatasi sedimentasi lumpur padat dan sampah. Tindakan ini bertujuan meningkatkan kapasitas saluran, mencegah penyumbatan, serta mengurangi genangan air menjelang musim hujan.Saluran yang bersih memungkinkan air hujan mengalir lancar menuju kali besar, sehingga meminimalisir risiko genangan di pemukiman. Pengurasan ini merupakan langkah rutin yang diharapkan dapat menjaga sistem drainase kota tetap optimal.Kendati demikian, upaya optimalisasi saluran tidak akan maksimal jika masih terapat sampah yang menyumbat saluran. Untuk itu kepada seluruh masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke saluran air agar fungsi pengurasan maksimal.
Go To Top