Pilih Sistem GPS Tracking yang ingin diakses Mail Merge Logo GPS Alat Berat Mail Merge Logo GPS Dumptruck Mail Merge Logo GPS Pompa Mobile

Berita & Artikel

Sanitasi Aman Jakar...

Sanitasi merupakan hal penting bagi kehidupan kesehatan manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, sanitasi adalah upaya mengawasi dan mengendalikan faktor lingkungan fisik yang berdampak kepada kehidupan manusia. Tujuan dari sanitasi lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit serta menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman melalui penyediaan air bersih, pembuangan limbah yang aman, penyediaan jamban yang higienis, dan pengelolaan sampah.Kemudian, jenis pengelolaan air limbah domestik terbagi menjadi dua sistem, yaitu On-site dan Off-site. Sistem On-site adalah pengolahan air limbah domestik yang dilakukan secara langsung di sumbernya. Contohnya seperti septic tank di rumah tangga. Dalam sistem On-site, septic tank perlu dilakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala menuju ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) untuk menjamin pengelolaan yang aman bagi lingkungan. Sedangkan, sistem Off-site menggunakan jaringan perpipaan yang mengalirkan air limbah domestik menuju ke Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) secara terpusat. Sistem ini umumnya diterapkan di kota-kota besar dengan infrastruktur yang lebih maju.Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Sistem pengelolaan air limbah On-site cocok untuk daerah dengan kepadatan rendah dan lahan cukup luas. Sedangkan, sistem pengelolaan air limbah Off-site lebih efisien di kawasan perkotaan padat penduduk, dengan dukungan infrastruktur yang memadai.Sebagai kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi, Jakarta memiliki tantangan besar dalam pengelolaan sanitasi. Sebagian besar rumah tangga di Jakarta masih menggunakan sistem On-site, yaitu dengan septic tank, namun tidak semuanya memenuhi standar teknis. Banyak septic tank yang terindikasi bocor karena jarang disedot atau bahkan tidak pernah disedot. Padahal kondisi ini mengindikasikan adanya kebocoran pada septic tank yang menyebabkan air limbah domestik langsung meresap ke dalam tanah atau langsung melimpas ke saluran air sehingga mencemari air dan air tanah.Di beberapa wilayah padat penduduk di Jakarta kerap terlihat saluran air yang selalu tergenang akibat air limbah domestik yang langsung dibuang ke saluran. Saluran air yang kotor dan tergenang ini menjadi sumber berkembang biaknya serangga, seperti nyamuk dan lalat yang membawa bakteri. Kondisi ini akan memperparah risiko penyakit menular, terutama di musim hujan ketika sistem drainase menjadi tidak dapat berfungsi optimal.Oleh karena itu, sanitasi harus menjadi perhatian untuk keberlangsungan hidup manusia. Jika sanitasi buruk, akan menjadi sumber penyebaran penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, kolera, dan tifus. Karena disebabkan oleh limbah manusia yang tidak dikelola dengan baik sehingga lingkungan menjadi tercemar.Sanitasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga terkait. Dengan memastikan fasilitas sanitasi rumah tangga berfungsi baik, tidak membuang sampah ke saluran air, serta mendukung program pemerintah dalam pembangunan sistem sanitasi terpadu, kita turut menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat.Mari mulai dari hal kecil, seperti rutin menyedot septic tank paling lama 3 tahun sekali, menjaga kebersihan air, dan tidak membuang limbah sembarangan. Lingkungan yang bersih bukan hanya mencerminkan budaya sehat, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi masa depan.

Tanggul Muara Baru...

Penambalan tanggul pengaman pantai (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dipastikan telah dilakukan dengan mekanisme yang sudah sesuai.Hal disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau tanggul yang di bocor di Muara Baru, pada Senin (8/12/2025) pagi.“Untuk penambalan sebenarnya bukan seperti karung-karung itu tadi,” ujarnya.Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menambahkan bahwa penambalan tanggul dilakukan dengan cara grouting. Adapun grouting adalah teknik untuk memperkuat tanggul dengan menyuntikkan campuran material berupa pasta semen atau kimia ke dalam tanah atau retakan.“Jadi kita melakukan penguatan struktur dengan cara grouting, menggunakan metode shotcrete, digali 3 meter, kemudian dicor dan diisi dengan menggunakan beton cor ready mix K500 untuk tanggul pengaman pantai,” ucapnya.Metode perbaikan itu, lanjut dia, saat ini sedang dilaksanakan di area hilir Pelabuhan Nizam Zachman sepanjang 400 meter, kemudian penambalannya akan dilanjutkan sepanjang 1 km lagi.“Memang satgas-satgas kemarin memang SOP-nya seperti itu. Jika ada kebocoran, mereka pasti akan melakukan penanganan darurat di hari yang sama terlebih dahulu,” tutur Ika Agustin.Suku Dinas SDA Jakarta Utara sebelumnya telah melakukan penambalan tanggul sementara dengan mengerahkan kurang lebih 20 personel Satgas Pasukan Biru dan lebih dari 300 karung pasir.Penanganan sementara ini dilakukan pada Kamis (4/12/2025), yaitu dengan menumpuk karung pasir di area tanggul yang rusak untuk menahan tekanan air laut.Kebocoran terjadi akibat tanggul tak mampu menahan tekanan air akibat pasang ekstrem di angka 274 pp yang dipengaruhi oleh fenomena supermoon yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gubernur Tinjau Per...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi kebocoran tanggul pengaman pantai (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin (8/12/2025). Tinjauan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi terbaru dan upaya perbaikan yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.“Kami segera menangani, karena ini sekarang, rob-nya untuk bulan depan atau bulan-bulan kedepan pasti masih ada, tetapi puncaknya memang kemarin ini,” kata Gubernur Pramono Anung.Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah melakukan antisipasi potensi banjir rob sejak 10 bulan lalu. Kala itu, Pramono bilang bahwa penanganan rob menjadi prioritas.Ditambahkannya bahwa banjir rob juga disebabkan oleh fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena Fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta. Upaya mitigasi potensi banjir rob pun sudah dilakukan Pemprov DKI sejak dua pekan kebelakang.“Dari 15 hari yang lalu kami sudah mempersiapkan di Pemerintah DKI Jakarta, termasuk di beberapa titik terutama di tempat ini, kemudian di Muara Baru, di Muara Angke, di Martadinata, dan sebagainya.”“Dan untuk penanggulangan kejadian yang terjadi di Jakarta seperti rob kemarin, mudah-mudahan akan lebih baik,” ucapnya.Adapun dalam tinajaun tersebut, turut hadir Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris; Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat; Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum; Staf Khusus Gubernur, Prof Firdaus Ali.Suku Dinas SDA Jakarta Utara sebelumnya telah melakukan penambalan tanggul sementara dengan mengerahkan kurang lebih 20 personel Satgas Pasukan Biru dan lebih dari 300 karung pasir.Penanganan sementara ini dilakukan pada Kamis (4/12/2025), yaitu dengan menumpuk karung pasir di area tanggul yang rusak untuk menahan tekanan air laut.Kebocoran terjadi akibat tanggul tak mampu menahan tekanan air akibat pasang ekstrem di angka 274 pp yang dipengaruhi oleh fenomena supermoon yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Puncak Rob Dipredik...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa puncak banjir rob di pesisir Jakarta diprediksi bakal terjadi pada Jumat (5/12/2025) pagi. Hal ini sebagaimana diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)."Kami menyadari sepenuhnya bahwa hari ini dan besok, puncaknya besok jam 9 pagi, pasti rob-nya akan tinggi sekali," ucapnya di hadapan awak media, Kamis (4/12/2025).Merespons hal ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Kota Administrasi Jakarta Utara menyiapkan langkah mitigasi potensi banjir rob yang diprediksi akan terjadi pada Jumat pagi.Penyiagaan PompaUpaya mitigasi potensi banjir rob itu dilakukan dengan menyiagakan pompa pengendali banjir, baik pompa stasioner maupun pompa mobile dan juga pintu air.Berdasarkan data hingga November 2025, Dinas SDA memiliki 609 unit pompa stasioner yang tersebar di 209 lokasi. Kemudian terdapat 627 unitpompa mobile yang tersebar di 5 kota administrasi.Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir/genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air yang disiagakan untuk antisipai banjir rob:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Rumah Pompa Waduk Pluit- Rumah Pompa Polder KamalPenyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta.Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Pembangunan NCICD dan Tanggul MitigasiDinas SDA telah melakukan pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) Fase A di 8 klaster, di antaranya sebagai berikut:1. Kawasan Kamal Muara 2. Kawasan Muara Angke3. Kawasan Pluit4. Kawasan Muara Baru-Pantai Timur5. Kawasan Sunda Kelapa6. Kawasan Ancol Barat7. Kawasan Marunda8. Kawasan TanjunganSelain 8 klaster tersebut, Dinas SDA juga membangun tanggul mitigasi di daerah yang kerap dilanda banjir rob, yakni di kawasan Baywalk Pluit dan Dermaga Ujung Muara Angke. Pembangunan tanggul mitigasi dilakukan sebagai langkah sementara sambil menunggu pembangunan tanggul NCICD di wilayah tersebut.Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem maupun banjir rob.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Gerak Cepat Sudin S...

Suku Dinas SDA Kota Administrasi Jakarta Utara bergerak cepat merespons tanggul bocor di Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, pada Kamis (4/12/2025).Diketahui, sebuah video viral di sosial media menunjukkan kondisi tanggul laut di kawasan pesisir Muara Baru yang mengalami kebocoran.Perbaikan itu dilakukan pada Kamis siang sekira pukul 13.00 WIB dengan mengerahkan 20 personel Satgas Pasukan Biru dan lebih dari 300 karung pasir.Penambalan dilakukan dengan metode darurat, yaitu menumpuk karung pasir di area yang rusak untuk menahan tekanan air laut.Kebocoran terjadi akibat tanggul tak mampu menahan tekanan air akibat pasang ekstrem di angka 274 pp yang dipengaruhi oleh fenomena supermoon yang belum pernah terjadi sebelumnya.Sehingga bocornya tanggul karena beban pasar yang besar baru dapat diketahui pada hari ini.Penanganan selanjutnya akan dianalisis dan didesain secara lebih permanen sehingga kekuatan tanggul akan lebih baik.Penambalan tanggul secara darurat ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman banjir rob.

Pompa dan Satgas Pa...

Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan penanganan genangan di Jl. R.E. Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu 3 Desember 2025.Penanganan dilakukan dengan mengerahkan 2 unit pompa mobile dan 1 unit pompa apung, serta 9 personel Satgas Pasukan Biru dari SDA Kec. Tanjung Priok.Dinas SDA berfokus melakukan penanganan banjir rob semaksinal mungkin agar masyarakat dapat beraktifitas dengan nyaman.Untuk informasi, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Jakarta Utara terus bersiaga mengantisipasi potensi banjir rob dengan melakukan penyiagaan pompa, baik pompa stasioner maupun pompa mobile dan pintu air. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir/genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.Berikut daftar rumah pompa dan pintu air yang disiagakan untuk antisipai banjir rob:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Rumah Pompa Waduk Pluit- Rumah Pompa Polder KamalPenyiagaan Satgas SDADinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Terdapat kurang lebih 3.908 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir. Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem maupun banjir rob.Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan banjir rob melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.

Tanggul NCICD di Pa...

Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat merespons tanggul penahan air laut yang rembes ataupun bocor di beberapa titik di kawasan Pluit, khususnya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.Seperti diketahui, informasi mengenai kebocoran tanggul di Pantai Mutiara menjadi perbincangan publik sejak viral pada Sabtu (22/11/2025) lalu.Penanganan Tanggul Rembes Pantai MutiaraDinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat merespons tanggul penahan air laut yang rembes ataupun bocor di beberapa titik di kawasan Pluit, khususnya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.Sebagai tindak lanjut, Dinas SDA sudah melakukan survey lapangan untuk mengecek kondisi tanggul di kawasan tersebut. Pemetaan juga dilakukan pada tanggul-tanggul di pesisir pantai yang terindikasi dan berpotensi mengalami rembes maupun kebocoran.Pembangunan Tanggul NCICD di Pantai MutiaraAdapun untuk penanganan jangka panjang, Dinas SDA tengah melakukan pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) di sejumlah titik kritis di pesisir utara Jakarta, salah satunya di kawasan Pantai Mutiara.Pembangunan tanggul NCICD di kawasan pesisir Pantai Mutiara dilanjutkan kembali pada tahun ini yang akan dikerjakan menggunakan skema multi years (MY) pada 2025-2027. Adapun saat ini masih dalam proses lelang.Rencananya tanggul NCICD di kawasan pesisir Pantai Mutiara akan dibangun sepanjang 530 meter, dengan rincian 430 meter di sisi timur kawasan dan sepanjang 100 meter di sisi barat.Pelaksanaan pekerjaan diharapkan dapat terealisasi sesuai dengan target yang ditetapkan, yakni tahun 2027.Tanggul NCICD Eksisting di Pantai MutiaraUntuk informasi, kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara ini terdapat dua bagian yaitu kawasan pesisir (darat) dan bagian pulau. Tanggul NCICD sepanjang 390 meter sebelumnya sudah terbangun pada tahun 2024 lalu. Adapun pembangunan NCICD selanjutnya akan dilakukan pada trase kritis yang sudah direncanakan.

Pembangunan dan Pen...

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas SDA Kota Jakarta Utara melakukan optimalisasi saluran di kawasan Kampung Tanah Merah, Kel. Rawa Badak, Kec. Koja, Jakarta Utara. Optimalisasi saluran yang dilakukan di antaranya dengan pengurasan saluran, pemasangan U-Ditch dan perbaikan saluran, serta pengerukan di Kali Betik.Pengurasan saluran dilakukan di RW 010 dan RW 011 Kel. Rawa Badak Selatan. Kemudian untuk pemasangan  U-Ditch dan perbaikan saluran dilakukan di Jl. Perjuangan II sepanjang 341 meter dan di Jl. Harapan Dalam sepanjang 76 meter.Sementara itu, pengerukan dilakukan di aliran Kali Betik. Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat di sepanjang 986 meter dengan volume kurang lebih 2.068 meter kubik sedimen yang diangkut.Optimalisasi saluran ini dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi genangan dan banjir memasuki musim penghujan di kawasan Kampung Tanah Merah, Kel. Rawa Badak, Kec. Koja, Jakarta Utara.Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Kampung Tanah Harapan di Halaman Masjid Al Ikhlas RW 22, Koja, Jakarta Utara. Peresmian dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti.Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan peresmian nama ini sebagai upaya mewujudkan kawasan yang lebih layak huni, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan sosial. Fasilitas yang layak serta pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga menjadi komitmen dalam mewujudkan itu. Perubahan nama Kampung Tanah Harapan ditetapkan setelah dirinya menandatangani Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 973 Tahun 2025 tentang Penamaan Tanah Harapan di kota administrasi Jakarta Utara.“Saya sudah meminta kepada Asisten Pembangunan, Asisten Pemerintahan untuk segera mempersiapkan, memperbaiki hal yang berkaitan dengan penataan saluran air karena di sini sering banjir, jalan, kemudian juga pos bantuan hukum, dan yang lain-lain,” kata Pramono.

Dinas SDA Siagakan...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus memperkuat berbagai langkah antisipatif untuk memitigasi risiko banjir akibat potensi cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur pengendali banjir, penyiagaan sarana pendukung, hingga penguatan pemantauan di lapangan.Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menegaskan bahwa seluruh jajaran SDA telah berada dalam kesiapsiagaan penuh.“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” ucapnya.Ika mengatakan, Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan. Hingga 15 November 2025, tercatat:- 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi,- 627 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi.Pompa mobile difungsikan untuk menjangkau titik-titik genangan yang tidak terlayani pompa stasioner.Selain itu, pemeliharaan badan air dilakukan secara masif untuk memastikan kapasitas tampung dan aliran air tetap optimal. Dinas SDA telah melakukan pengerukan di sungai/kali serta waduk/situ/embung dengan total volume 756.000 m³, tersebar di 1.876 titik pengerukan:- 786 titik di Jakarta Timur- 290 titik di Jakarta Barat- 546 titik di Jakarta Utara- 93 titik di Jakarta Selatan- 161 titik di Jakarta PusatUntuk mendukung pengerukan, SDA mengoperasikan 258 unit alat berat excavator dan 449 unit dump truck. Upaya tersebut juga disertai penerapan Nature-Based Solutions (NBS) dalam pembangunan sejumlah waduk/situ/embung.Untuk kawasan pesisir, penanganan banjir rob dilakukan melalui penyiagaan pompa stasioner, pompa mobile, serta pintu air oleh Suku Dinas SDA Jakarta Utara.Rumah pompa dan pintu air yang disiagakan mencakup:- Pintu Air Marina- Pompa/Polder Kali Asin- Pompa Ancol- Pompa Junction PIK- Pompa Muara Angke- Pompa Pasar Ikan- Pompa Tanjungan- Rumah Pompa Waduk Pluit- Rumah Pompa Polder KamalTak hanya itu, sebanyak 3.908 personel Pasukan Biru turut disiagakan guna memantau kondisi lapangan, memastikan kelancaran aliran air, serta bertindak cepat jika terjadi genangan atau banjir rob.Lebih lanjut Ika mengatakan, serangkaian langkah mitigasi ini diharapkan dapat menekan dampak banjir akibat cuaca ekstrem serta menjaga aktivitas warga tetap berlangsung aman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, terutama di wilayah rawan.“Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya mitigasi bersama,” tuturnya.Untuk informasi kondisi gelombang laut dan banjir rob dapat diakses melalui:- bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut- Aplikasi JAKI- Layanan darurat 112 untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Go To Top