| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Ilustrasi
Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperluas akses sanitasi aman bagi seluruh masyarakat Jakarta demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goal (SDG) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi.
SDG 6 menargetkan peningkatan kualitas air, pengurangan polusi, dan pengelolaan limbah cair secara aman, termasuk layanan sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk masyarakat. Jakarta Sewerage System (JSS) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memenuhi kebutuhan akses sanitasi aman di Jakarta.
Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum mengawali langkah penyediaan akses sanitasi aman melalui pengembangan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 dengan cakupan yang lebih luas.
Hingga hampir satu juta penduduk Jakarta akan terlayani oleh Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) Skala Perkotaan ini seusai seluruh tahapan pengembangan sistem rampung dibangun.
Lebih lanjut, akses sanitasi yang aman merupakan faktor utama dalam mencegah penyakit, menjaga kualitas lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sanitasi aman mencakup sistem pengelolaan air limbah domestik yang memenuhi prinsip kesehatan dan lingkungan. Sanitasi aman meliputi ketersediaan fasilitas yang memadai, pengolahan tinja atau air limbah secara benar, serta pembuangan akhir yang tidak mencemari tanah, air permukaan, maupun air tanah.
Sanitasi aman merupakan bagian penting dari rantai pelayanan sanitasi yang meliputi penyediaan fasilitas, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan akhir yang bebas risiko terhadap manusia dan lingkungan.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga adalah dengan memastikan kloset berfungsi baik dan memiliki saluran pembuangan atau tangki septic sesuai standar dan melakukan penyedotan secara berkala. Kemudian, menghindari membuang sampah ke dalam kloset. Lalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar seperti selokan dan tempat penampungan air. Mencuci tangan pakai sabun setelah dari toilet juga merupakan kewajiban dalam perilaku hidup bersih dan sehat.
Langkah sederhana yang dilakukan ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah penyakit berbasis air.
Meskipun telah dilakukan peningkatan akses sanitasi dalam beberapa tahun terakhir, sebagian wilayah di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan. Di beberapa daerah, penggunaan fasilitas sanitasi aman masih belum merata, dan praktik buang air besar sembarangan (BABS) kerap kali ditemukan.
Ketersediaan infrastruktur pengolahan air limbah juga perlu ditingkatkan dan dibangun merata guna memastikan seluruh rantai layanan sanitasi berjalan aman dan memenuhi standar.
JSDP hadir bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya bersama untuk melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan turut mendukung dan memanfaatkan sistem ini ke depannya, masyarakat telah ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Komentar