| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Kec. Palmerah, Jakarta Barat.
Pembangunan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Kali/Sungai Grogol Segmen Kemanggisan, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, diapresiasi dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penyelesaian banjir sekaligus sebagai percontohan penataan kawasan kumuh.
Demikian disampaikannya saat meninjau proses pembangunan prasarana dan sarana Kali Grogol Segmen Kemanggisan pada Kamis (2/7/2026) lalu.
“Saya ingin memberikan apresiasi. Inilah salah satu contoh role model untuk penyelesaian persoalan di lapangan," ucap Gubernur Pramono.
Setelah pembangunan sarana dan penataan di kawasan ini rampung dikerjakan, Pramono menegaskan agar tidak ada lagi bangunan liar di sekitar. Karena itu, ia menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat agar bersama-sama menjaga kawasan ini.
"Dan nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun membuat bangunan liar di atas jalan ini," ujarnya.
Selain itu, Pramono juga meminta jajaran terkait untuk membangun taman dan melakukan penghijauan di kawasan ini.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyampaikan, total anggaran yang disiapkan untuk pengerjaan proyek ini sekitar Rp62 miliar, dengan skema multi-years dari 2025 hingga Desember 2026.
"Anggarannya sudah disediakan sampai dengan Desember 2026 untuk segmen ini dengan panjang kurang lebih 1.072 meter," kata Ika.
Sebelum proyek ini dikerjakan, Dinas SDA telah melakukan pengerukan di Kali Grogol dengan kedalaman sekitar satu meter.
Untuk diketahui, sebelumnya banjir sering terjadi di kawasan ini akibat luapan Kali Grogol. Selain itu, kondisi bantaran Kali Grogol di beberapa segmen berpotensi longsor.
Karena itu, pembangunan tanggul penahan tanah dilakukan untuk menjaga stabilitas bantaran sungai dan mencegah terjadinya longsor, sekaligus menjaga dari luapan banjir.
Komentar