| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan (tengah) dan Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum (kiri) saat meresmikan SPALD di Pulau Pramuka, Jumat (13/3/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (13/3/2026). Dalam peresmian ini, Gubernur didampingi Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan; Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum; Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Mustajab.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan SPALD ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan, khususnya di wilayah kepulauan.
“Infrastruktur sanitasi seperti SPALD ini sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kebersihan lingkungan di Kepulauan Seribu,” ucapnya.
Terdapat lima zona IPAL eksisting yang dibangun pada 2012 hingga 2013 dan berkapasitas total 195 m³ per hari. Namun berdasarkan inspeksi di lapangan, ditemukan bahwa IPAL zona 2 dan zona 3 melayani di luar kapasitas semestinya.
Zona 2 memiliki kapasitas 113 SR dan melayani 245 SR. Sedangkan zona 3 berkapasitas 113 SR dan melayani 129 SR. Karena itu, terjadi over capacity dan perlu dilakukan pengembangan melalui pembangunan dan peningkatan SPALD Pulau Pramuka.
Pembangunan dan peningkatan SPALD di Pulau Pramuka diharapkan dapat menjadi sarana pengolahan air limbah domestik agar lebih maksimal dan memiliki fungsi ekologis dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta masyarakat setempat.
Melalui peningkatan SPALD ini maka akan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga, mengurangi pencemaran laut dan bau tidak sedap, mendukung pariwisata bersih dan berkelanjutan, dan menjadi prototype pengelolaan SPALD terpadu di wilayah Kepulauan Seribu.
Komentar