| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Gambar Unit Pompa di Rumah Pompa.
Jakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dialiri 13 sungai besar di dalamnya. Kondisi tersebut membuat kota yang memasuki usia 500 tahun pada 2027 ini rentan terhadap risiko banjir.
Sebagai langkah adaptasi dan antisipasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melakukan serangkaian upaya strategis, salah satunya dengan membangun rumah pompa pengendali banjir di sejumlah titik krusial.
Berdasarkan data hingga 10 April 2026, terdapat 246 rumah pompa yang tersebar di 5 kota administrasi Jakarta. Masing-masing rumah pompa memiliki unit pompa dari satu.
Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum bilang bahwa tujuan banyaknya unit pompa di setiap rumah pompa adalah agar pengendalian banjir dapat berjalan optimal.
Sebab ketika terjadi hujan lebat hingga ekstrem, maka pompa pengendali banjir mesti terus bekerja dengan durasi yang bervariasi agar infrastruktur jalan dan rumah-rumah warga tidak tergenang.
Banyaknya unit di sejumlah lokasi rumah pompa membuat pengendalian banjir di wilayah dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. Karena para operator di lapangan dapat mengoperasikan pompa pengendali banjir secara bersamaan maupun bergantian setiap unitnya sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, banyaknya jumlah pompa pada sebuah rumah pompa membuat upaya pengendalian banjir tetap dapat dilakukan meskipun beberapa unitnya sedang diperbaiki ketika mengalami kerusakan.
Di satu rumah pompa tidak mungkin hanya mengoperasikan satu pompa. Jika di rumah pompa ada 3 unit, maka yang bisa kita service hanya satu unit. Supaya apa, supaya 2 unitnya tetap bekerja dalam kondisi hujan. Dinas SDA tidak akan melakukan perbaikan pompa pengendali banjir secara bersamaan, sebab hal itu akan akan sangat fatal pompanisasi saat musim hujan.
Selain pompa stasioner, Dinas SDA juga memiliki 540 pompa mobile yang tersebar di 5 kota administrasi dan Kab. Kepulauan Seribu. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir/genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.
Penyiagaan dan pengoperasian pompa menjadi salah satu langkah pengendalian banjir yang dilakukan oleh Dinas SDA DKI Jakarta. Selain pompa, optimalisasi drainase juga dilakukan untuk mereduksi potensi banjir yang di antaranya dilakukan dengan pengerukan sungai/kali, waduk/situ/embung serta pengurasan saluran mikro.
Adapun untuk pembangunan dan peningkatan sistem tata air pompa pengendali banjir saat ini dilakukan Dinas SDA melalui JakTirta Project 2025-2027.
Kegiatan JakTirta Project secara keseluruhan mencakup pembangunan 20 rumah pompa dengan 61 unit pompa di beberapa titik wilayah DKI Jakarta dengan kapasitas keseluruhan mencapai 148 meter kubik per detik.
Komentar