| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Normalisasi Kali Ciliwung Lama
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Tuntas 2028, Kampung Begog Jadi Titik Kunci
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama dapat dilaksanakan dan diselesaikan pada 2028. Salah satu tahapan penting dalam rencana tersebut adalah penanganan Kampung Begog yang disebut menjadi _bottleneck_ atau titik hambatan utama aliran air sebelum menuju muara.
Lebih lanjut, proses penetapan lokasi (penlok) di Kampung Begog tengah disiapkan. Penlok tersebut diharapkan dapat segera ditandatangani sehingga tahapan pembebasan lahan dan pekerjaan normalisasi Kali Cakung Lama dapat berjalan.
“Untuk Cakung Lama yang kita ada ini, mudah-mudahan bulan depan di ujung, Kampung Begog yang menjadi bottleneck utama sebelum ke muara, penloknya bisa segera saya tanda tangani,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung seusai meninjau Kali Cakung Lama di Jalan Gading Griya Lestari, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, penanganan titik tersebut menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran aliran Kali Cakung Lama menuju muara.
Kali Cakung Lama menjadi salah satu dari tiga sungai yang diprioritaskan untuk dinormalisasi pada era kepemimpinannya, bersama Kali Krukut dan Sungai Ciliwung.
Jika proses persiapan, termasuk pembebasan lahan, berjalan sesuai rencana, normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan dapat dilakukan hingga rampung pada 2028.
“Harapannya di tahun 2028, normalisasi Cakung Lama ini bisa dilakukan dan selesai,” kata Pramono.
Target tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat penanganan banjir melalui normalisasi sungai secara lebih serius, tidak hanya berfokus pada sungai-sungai besar yang selama ini menjadi prioritas.
Dalam proses pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Cakung Lama, Pemprov DKI Jakarta juga akan menerapkan pola yang sebelumnya digunakan dalam penanganan Ciliwung, yakni meminimalkan keterlibatan perantara atau middleman.
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta akan membuka posko di lokasi pembebasan lahan. Posko tersebut menjadi tempat masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, termasuk masalah kepemilikan tanah, keluhan, maupun harapan warga.
Setiap persoalan yang masuk akan dicatat dan dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti secara langsung. Pola tersebut dinilai berhasil diterapkan dalam proses normalisasi Ciliwung karena mampu mencegah persoalan pembebasan lahan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Cakung Lama, Krukut dan juga Ciliwung bisa selesai tepat waktu seperti yang direncanakan,” ucap Gubernur.
Komentar