| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Waduk Melati, Jakarta Pusat (Sobat Air Jakarta 2023 - Husnul Fikri).
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih, terutama saat musim kemarau. Berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, mulai dari langkah jangka pendek hingga pembangunan infrastruktur jangka panjang.
Sekitar 70 persen kebutuhan air baku di Provinsi DKI Jakarta masih berasal dari wilayah di luar Jakarta. Pasokan tersebut diperoleh dari beberapa sumber utama, yaitu Saluran Tarum Barat (Jatiluhur) dengan kapasitas 6.200 liter per detik (LPS), Kanal Banjir Barat (KBB) sebesar 1.000 LPS, Kali Krukut sebesar 440 LPS, serta Cengkareng Drain dengan kapasitas 160 LPS.
Air baku tersebut kemudian diolah di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta, antara lain IPA Pejompongan, IPA Cilandak, dan IPA Taman Kota, sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Untuk mengantisipasi potensi kekeringan, Pemprov DKI Jakarta menerapkan tiga langkah strategis. Pada tahap jangka pendek, pemerintah menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama terjadi gangguan pasokan.
Selanjutnya, sebagai strategi jangka menengah, Pemprov DKI membangun reservoir komunal serta memperkuat sistem penyediaan air bersih. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan dan memperluas jangkauan distribusi air ke berbagai wilayah.
Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemprov DKI berfokus pada pembangunan infrastruktur pengolahan air siap pakai yang tersebar secara merata di seluruh wilayah Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air dan mengurangi risiko gangguan pasokan di masa mendatang.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan 12 mobil tangki air bersih, lima IPA Mobile, serta 22 Kios Air yang ditempatkan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Fasilitas tersebut siap digunakan untuk melayani masyarakat apabila terjadi kebutuhan mendesak akibat berkurangnya pasokan air bersih.
Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap layanan air perpipaan PT Air Minum Jaya (Perseroda) dalam menjaga keberlangsungan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Selain langkah yang dilakukan pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam mengantisipasi potensi krisis air dengan menggunakan air bersih secara bijak dan menghindari pemborosan. Kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan air, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga Jakarta.
Komentar