| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Pekerjaan Tanggul Kali Angke, Jakarta Barat.
Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir melalui JakTirta Project terus berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta. JakTirta Project merupakan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang dilakukan secara terpadu. Pendekatan tersebut mencakup pembangunan sistem polder, revitalisasi kali dan sungai, serta pembangunan waduk dan embung. Setiap infrastruktur memiliki fungsi yang berbeda dalam mengelola air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah yang ditangani.
Pembangunan Sistem Tata Air dan Rumah Pompa
Salah satu bagian dari JAKTIRTA Project adalah pembangunan sistem tata air melalui rumah pompa. Infrastruktur ini dibangun pada sejumlah kawasan untuk mendukung pengelolaan dan pengaliran air, terutama pada wilayah yang membutuhkan sistem pompa sebagai bagian dari pengendalian genangan.
Pembangunan rumah pompa juga dilakukan di Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, tak jauh dari pust belanja ITC Cempaka Mas. Pembangunan Rumah Pompa Cempaka Putih ini dibagi ke dua segmen, yakni Rumah Pompa Cempaka Putih Timur dan Rumah Pompa Cempaka Putih Barat. Untuk Rumah Pompa Cempaka Putih bagian Barat akan dilengkapi pompa berkapasitas 3 meter kubik per detik. Sedangkan untuk Rumah Pompa Cempaka Putih bagian Timur kapasitasnya 5 meter kubik per detik. Rumah pompa cempaka putih dimulai sejak 22 desember 2025 dan akan tuntas akhir desember 2027.
Di Jakarta Utara, pembangunan Rumah Pompa IKIP Baru terus berlangsung dengan progres mencapai 31 persen. Rumah pompa ini memiliki kapasitas 3.500 liter per detik dan dirancang untuk melayani area sekitar 53 hektare. Pembangunan ditargetkan selesai pada Agustus 2027.
Pembangunan Rumah Pompa Ancol di Jakarta Utara juga terus dilanjutkan. Pada proyek ini, kapasitas rumah pompa ditingkatkan dari 15 meter kubik per detik menjadi 40 meter kubik per detik melalui penambahan 5 unit pompa. Dari perkembangan pekerjaan yang ditampilkan, tahapan konstruksi di lapangan antara lain mencakup pemancangan struktur pendukung dan pekerjaan galian.
Di Jakarta Utara, pembangunan Rumah Pompa Cilincing KBN berlangsung pada beberapa titik, antara lain Cilincing KBN Pond A, Pond F, dan Sepatan. Pada Rumah Pompa Sepatan Cilincing KBN direncanakan dua unit pompa dengan total kapasitas 4 meter kubik per detik. Sistem tersebut terhubung dengan pengelolaan aliran menuju Kali Cakung Drain. Perkembangan pekerjaan di lokasi memperlihatkan pembangunan struktur dan penataan bagian-bagian sistem tata air. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan aliran air di kawasan Cilincing KBN
Di Jakarta Barat, pembangunan sistem tata air Rumah Pompa Daan Mogot juga terus berlangsung. Pembangunan dilakukan pada beberapa titik, termasuk KM 13A dan KM 13B. Pada Rumah Pompa KM 13A, direncanakan tiga unit pompa dengan kapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik. Pekerjaan konstruksi juga mencakup pembangunan bore pile dengan kedalaman sekitar 18 hingga 22 meter sebagai bagian dari pembangunan struktur rumah pompa.
Pembangunan sarana dan prasarana Rumah Pompa Bulak Cabe di Jakarta Utara terus dilakukan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem tata air di kawasan yang ditangani.
Pembangunan Waduk dan Embung
Selain rumah pompa, JAKTIRTA Project mencakup pembangunan waduk dan embung. Infrastruktur tampungan air menjadi bagian dari sistem tata air untuk menampung air dan membantu mengatur aliran pada kawasan yang ditangani.
Di Jakarta Selatan, pembangunan Embung Cilandak terus berlangsung. Pembangunan sarana dan prasarana embung diarahkan untuk menambah tampungan air dan mendukung pengendalian genangan di kawasan sekitarnya. Perkembangan Embung Cilandak menjadi salah satu bagian dari pembangunan infrastruktur tampungan air yang dilakukan dalam rangkaian JAKTIRTA Project.
Pembangunan Waduk Sunter Hulu Tiu juga terus berjalan. Infrastruktur ini dikembangkan untuk menambah kapasitas tampungan air sekaligus mendukung pengaturan aliran air di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Pekerjaan yang berlangsung merupakan kelanjutan dari pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Perkembangan yang lebih terukur terlihat pada Embung Kebagusan di Jakarta Selatan. Sejumlah pekerjaan fisik yang sedang berlangsung meliputi pembangunan minipile untuk viewing deck, pekerjaan inlet dan outlet slab, DPT pada ramp jalan inspeksi, serta U-Ditch di sisi barat embung. Pekerjaan juga mencakup pembangunan abutmen jembatan sisi selatan, capping beam, serta pembangunan atap dan dinding bata pada rumah jaga. Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Embung Kebagusan tidak hanya mencakup area tampungan, tetapi juga berbagai struktur pendukung yang menjadi bagian dari kawasan embung.
Penguatan Tanggul dan Penataan Kali
Pengendalian banjir juga dilakukan melalui pembangunan dan penguatan tanggul serta penataan kali. Infrastruktur tersebut berperan dalam memperkuat pengelolaan aliran air dan mengurangi potensi luapan pada kawasan yang ditangani.
Di Jakarta Barat, pembangunan Tanggul Kali Angke terus dilakukan. Penanganan tanggul memiliki panjang keseluruhan 2,1 kilometer yang terbagi menjadi empat segmen. Pembangunan tanggul dilakukan untuk memperkuat pengendalian terhadap potensi luapan air ketika debit Kali Angke meningkat.
Di Jakarta Timur, pembangunan Tanggul Kali Jatikramat berlangsung di kawasan Kelurahan Pondok Kelapa. Perkembangan pekerjaan yang ditampilkan telah mencapai 726 meter lari. Pekerjaan mencakup pemancangan CCSP (Concrete Corrugated Sheet Pile), pembangunan jalan inspeksi, serta pembangunan jembatan. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pengendalian aliran air di kawasan Kali Jatikramat.
Sementara itu, Penataan Kali Cideng Atas di Jakarta Selatan terus dilakukan. Pekerjaan diarahkan untuk memperkuat sisi kali sekaligus menjaga fungsi aliran air. Penataan kawasan tersebut juga mencakup rencana pembangunan jalur pedestrian dan 14 titik view deck di sekitar bagian depan gedung KPK. Dengan demikian, penataan Kali Cideng Atas tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur tata air, tetapi juga mencakup penataan ruang pendukung di sekitar kawasan.
Progres Tanggul NCICD
Pembangunan tanggul pengaman pantai Tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A juga termasuk dalam pekerjaan JakTirta Project. Saat ini sedang berlangsung pekerjaan pembangunan tanggul NCICD (2025-2027) di lokasi Pluit Pantai Mutiara Sisi Timur dan Kali Blencong. Untuk segmen Pluit Pantai Mutiara Sisi Timur sudah tahap pekerjaan Mobilisasi alat sambil menunggu pengiriman Spun Pile D 1200 dari Supplier. Kemudian di segmen Kali Blencong juga sedang dilakukan pemancangan tanggul Spun Pile D600 sepanjang 77 meter.
Sejumlah lokasi tengah memasuki tahap pembangunan struktur dan fasilitas utama, sementara di lokasi lainnya pekerjaan berlanjut melalui pemancangan, pembangunan tanggul, serta pengerjaan fasilitas pendukung.
JakTirta Project merupakan program strategis untuk pengendalian banjir Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan selesai pada 2027.
Gunakan bahasa yang sopan. Tautan, kata kasar, serta konten judi dan pornografi akan otomatis disensor. Maksimal 5.000 karakter.
Komentar