| No | Lokasi Pengamatan | Ketinggian Terakhir | Lokasi | Kab/Kota | DAS Polder | Selisih Waktu Dengan Saat ini | Ketinggian Hari Ini | Curah Hujan 1 Minggu | Curah Hujan 1 Bulan | Curah Hujan 1 Tahun |
|---|
Posko Banjir
Portal data
Sinarji
UP4
SIGA
Mobile App TMA
E-Monev
Penomoran Surat
SPP/SPM
Mail Merge
Sistem Mail Merge
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Mail Merge
Suku Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Dinas Sumber Daya Air
Sistem Penomoran Surat
Suku Dinas Sumber Daya Air
Gambar Udara Pintu Air Marina, Ancol, Jakarta Utara.
Pesisir Jakarta berpotensi kembali mengalami banjir rob pada 29–30 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB, setelah periode potensi rob sebelumnya pada 6–8 September 2026 telah berlalu. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan kondisi penurunan tanah, sea level rise, elevasi pesisir, dan pasang surut Teluk Jakarta, dengan pasang laut tertinggi diperkirakan mencapai 0,45 meter dari Mean Sea Level (MSL).
Berdasarkan pemodelan tersebut, sejumlah kawasan pesisir Jakarta masuk dalam kategori berpotensi terdampak banjir rob, di antaranya:
* Tanjungan (Potensi Tinggi) — sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan kawasan tambak
* Muara Angke (Potensi Tinggi) — kawasan permukiman Pelabuhan Muara Angke (RT11/RW11, RT01/RW22, RT02/RW22)
* Muara Baru (Potensi Tinggi) — kawasan pelabuhan dan industri Muara Baru
* Pasar Ikan (Potensi Sedang) — area Pelabuhan Pasar Ikan (Sunda Kelapa)
* Ancol Marina & JIS (Potensi Rendah) — sekitar Perempatan Gunung Sahari, Marina, dan depan JIS
* Tanjung Priok & Kali Baru (Potensi Rendah) — Jalan Industri RT01/RW15 dan sekitar Sulawesi RT03/RW02
* Marunda (Potensi Tinggi) — sekitar Museum Si Pitung (RT02/RW07, RT03/RW07, RT07/RW07)
Upaya Kesiapsiagaan Dinas SDA
Menghadapi potensi banjir rob pada periode tersebut, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bersama Suku Dinas SDA di wilayah terdampak tetap melakukan penyiagaan pompa, pintu air, dan personel di titik-titik rawan sebagai langkah antisipasi dan penanggulangan cepat bila genangan terjadi.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan bahwa pemodelan potensi banjir rob ini dapat berubah sewaktu-waktu, dipengaruhi oleh kondisi pembangunan atau kebocoran tanggul, serta faktor non-pasang surut seperti anomali permukaan laut dan gelombang tinggi akibat angin.
Masyarakat yang berdomisili maupun beraktivitas di wilayah pesisir Jakarta diimbau untuk tetap waspada, terutama pada rentang waktu dan lokasi yang disebutkan di atas. Informasi perkembangan banjir rob dapat dipantau melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI, atau menghubungi 112 untuk kondisi darurat.
Bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah berpotensi terdampak, ada sejumlah langkah kesiapsiagaan yang bisa disiapkan. Warga diimbau memantau informasi resmi secara berkala melalui kanal Dinas SDA atau BPBD DKI Jakarta, serta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat. Barang elektronik dan perabot juga sebaiknya diamankan ke tempat yang lebih tinggi bagi warga yang tinggal di area rawan. Selain itu, warga diminta menghindari beraktivitas di area pesisir yang rawan pada rentang tanggal dan jam yang diperkirakan, serta segera menghubungi 112 apabila menemukan kondisi darurat di lapangan.
Naskah: Amanda Rizka Salsabila
Editor: Naufal Lanten
Komentar